Beritagosip.com – CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan angka penting tentang danantara kepemilikan bei. Porsi kepemilikan Danantara di Bursa Efek Indonesia akan mencapai 5-10 persen ke depannya.
Rosan perkasa porsi saham bei ini diumumkan saat diskusi mengenai demutualisasi bursa efek indonesia masih berlangsung aktif. Rosan mengungkapkan pihaknya terus membahas jumlah saham yang akan diambil menyusul terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan terbaru.
“Kita sedang bicarakan, tapi mungkin antara 5-10 persen,” jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9). Pernyataan ini dibuat saat ditanya mengenai danantara 5-10 persen bei dalam skema demutualisasi BEI yang sedang dikembangkan.
Rosan menegaskan porsi Danantara tidak akan mencapai angka besar yang sebelumnya muncul dalam pembahasan. Angka 30-40 persen yang terdengar di media bukan kepemilikan saham danantara bpu secara mandiri. Angka tersebut merupakan total dari berbagai pihak yang akan berkontribusi bersama.
“Mungkin ada pihak lain, mungkin ada dari pihak kementerian lain, Kemenkeu atau yang lain. Kita bersama-sama bisa sampai 30-40 persen, tapi porsi Danantara mungkin 5-10 persen,” jelasnya dengan tegas kepada media massa.
Menurut Rosan, kisaran 30-40 persen merupakan total porsi sejumlah pihak yang berbeda. Ini bukan kepemilikan Danantara secara sendiri dalam skema ini. Strategi penyebaran kepemilikan ini bertujuan memperkuat struktur bursa nasional.
Demutualisasi merupakan perubahan struktur kepemilikan bursa dari kepemilikan anggota bursa menjadi kepemilikan yang lebih luas. OJK sebelumnya menyatakan skema tersebut diarahkan untuk memperkuat modernisasi bursa. Langkah ini membuka peluang kemitraan strategis dengan bursa global.
Skema ini juga diharapkan meningkatkan kapasitas pengembangan industri pasar modal secara keseluruhan dan berkelanjutan. OJK membuka kemungkinan bagi pihak tertentu memiliki saham di atas batas normal. Persetujuan OJK diperlukan untuk kepemilikan khusus yang dianggap strategis.