Beritagosip.com – Banjir Thailand tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memunculkan ancaman dari satwa liar. Ular hingga buaya raksasa terlihat di permukiman dan kawasan yang terendam.
Di distrik Sanam Chai Khet, Provinsi Chachoengsao, seekor buaya sepanjang sekitar dua meter berkeliaran dekat permukiman pada Kamis (1/10). Petugas menembak mati buaya itu karena membahayakan warga. Warga Desa Ban Bang Phaniang 2 melaporkan keberadaannya saat banjir meluas.
“Buaya itu sudah ditembak mati. Terima kasih kepada petugas kepolisian Sanam Chai Khet,” tulis anggota Dewan Provinsi Udon Thepwatee di Facebook, seperti dikutip Bangkok Post.
Sebelumnya, pihak berwenang memperingatkan warga agar tidak memasuki air banjir, memancing, atau mendekati saluran irigasi. Kenaikan air berpotensi memaksa reptil dan hewan air keluar dari habitatnya.
Satwa liar di Bangkok
Hujan lebih dari 300 milimeter dalam 48 jam memicu banjir parah di Bangkok. Foto dan video ular berenang di air banjir hingga melintasi jalanan beredar di media sosial. Sebanyak 10 rusa babi selamat dari banjir di Siam Amazing Park, sedangkan beberapa lainnya mati. Di provinsi lain, empat buaya sepanjang sekitar dua meter kabur dari sebuah peternakan setelah air naik.
Evakuasi buaya Nuea Thong
Banjir juga mengancam buaya raksasa di sebuah kuil di Provinsi Prachinburi. Pada Minggu (27/9), Kepala Distrik Si Maha Phot, Juthamas Buaphuean, menerima permintaan bantuan dari pengelola Wat Pho Thong. Kandang buaya itu terendam. Menurut The Straits Times, Juthamas berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan, relawan Yayasan Ruamkatanyu, dan warga.
Petugas mengikat rahang dan kaki buaya, lalu mengangkatnya ke kendaraan dengan derek. Buaya bernama Nuea Thong itu berusia 27 tahun, panjangnya lebih dari empat meter, dan beratnya lebih dari 400 kilogram. Air di sekitar kandang mencapai sekitar 1,3 meter. Petugas membawanya ke tempat penampungan sementara sekitar 20 kilometer dari kuil, di wilayah yang belum terdampak banjir.
Langkah pemerintah
Pemerintah menutup sejumlah sekolah dan mengimbau warga bekerja dari rumah. Akibatnya, jalanan dan transportasi umum Bangkok tampak lebih sepi pada Senin pagi. Juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises mengatakan sebagian wilayah Bangkok masih tergenang tinggi. Namun, sistem drainase membantu menurunkan air sehingga lebih banyak warga bisa kembali bepergian, menurut Gulf News.
Thailand memang memasuki puncak musim hujan pada September. Meski begitu, sejumlah warga menilai hujan dan banjir tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.