Beritagosip.com – Konflik Yahudi Ashkenazi Sephardi menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Israel. Negara yang menampung Yahudi dari seluruh dunia ini pernah bergolak akibat bentrokan antarkomunitas di Wadi Salib pada 30 Juli 1959.
Yahudi Ashkenazi berasal dari negara-negara Eropa. Sementara itu, Yahudi Sephardi atau Mizrahi kebanyakan datang dari Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol, atau Portugal.
Pemicunya adalah kecemburuan dan diskriminasi. Israel berdiri pada 1948 oleh kaum Yahudi asal Eropa, lalu banyak Yahudi Sephardi menyusul pada 1950-an. Namun, pertemuan dua komunitas ini justru memunculkan gesekan.
Perlakuan terhadap Imigran Yaman
Pada 1949 hingga 1950-an, Joint dan Jewish Agency menerbangkan 50.000 warga Yaman ke Israel. Miriam Samsonowitz menulis di jewishaction.com bahwa mereka diperlakukan sangat kejam dan kehilangan seluruh tabungan hidup.
Menurut tulisan itu, mereka tinggal di permukiman tenda Ma’aborot yang berkawat berduri. Penguasa sekuler juga mengendalikan distribusi makanan, pekerjaan, dan perumahan.
Kerusuhan Wadi Salib
Kemarahan memuncak pada 9 Juli 1959. Polisi Israel menembak dan melukai Yaakov Elkarif, imigran Yahudi Maroko yang sedang mabuk dan membuat keonaran. Kemudian beredar rumor bahwa ia tewas.
Warga Wadi Salib di Haifa pun berdemonstrasi, membakar mobil, dan merusak toko. Mereka juga menyerang markas partai Mapai dan serikat buruh Histadrut, yang mereka anggap simbol dominasi Ashkenazi. Kerusuhan lalu meluas ke Tiberias, Beersheba, dan Migdal HaEmek.
Bara yang Masih Menyala
Hingga kini, banyak posisi penting di kabinet, wali kota, dan kehakiman masih dipegang Yahudi Ashkenazi. Pinhas Aloshi, warga Israel keturunan Tunisia, menilai diskriminasi sudah lama menjadi praktik umum.
Yehouda Shenhav, warga Israel keturunan Irak, menilai kondisi Mizrahi generasi ketiga kini lebih buruk daripada 30 tahun lalu. Pada 1970-an, 4 persen Mizrahi bergelar sarjana berbanding 16 persen Ashkenazi. Kini angkanya melebar menjadi sekitar 12 persen berbanding 50 persen.
Konflik Yahudi Ashkenazi Sephardi pun terus membayangi Israel yang rentan terpecah dari dalam.