Beritagosip.com – Serangan Houthi ke Arab Saudi belum berhenti. Terakhir, otoritas Saudi melaporkan serangan ke Bandara Internasional King Fahd di Dammam, wilayah timur negara itu, Minggu (11/10) malam.
Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke dua bandara Saudi dan sejumlah fasilitas minyak kerajaan.
Kerusakan Masih Dicek
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) meninjau kerusakan dan memeriksa keselamatan bersama otoritas terkait. Namun, GACA belum menyebut korban jiwa maupun tingkat kerusakan. Insiden itu terjadi di tengah serangan berkelanjutan terhadap fasilitas penerbangan sipil.
Pada September, Houthi juga menyasar Riyadh dan fasilitas minyak di Yanbu. Eskalasi ini muncul setelah konflik kedua pihak kembali memanas beberapa bulan terakhir. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim menembakkan “sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone” ke “lokasi sensitif” di Riyadh.
Analisis CSIS
Serangan semacam ini sudah lama merepotkan Saudi. Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, yang diterbitkan Arab News pada 2021, menganalisisnya. Laporan itu menyebut Houthi mengorganisir perang gerilya yang makin intens dengan rudal jelajah dan balistik canggih serta drone.
CSIS mempelajari 4.103 serangan dari Yaman ke Saudi, target maritim, dan sasaran lain antara 1 Januari 2016 dan 20 Oktober 2021. Hasilnya, serangan per bulan meningkat dua kali lipat pada sembilan bulan pertama 2021 dibandingkan periode sama 2020.
Menurut laporan itu, Washington bisa terus membantu Saudi dengan menjaga pasokan rudal Patriot. AS juga perlu menyediakan teknologi anti-drone tambahan, sebab Patriot kurang efektif menghadapi drone kecil.