Beritagosip.com – Fenomena El Nino pariwisata jadi sorotan karena diperkirakan menguat hingga akhir 2026. Kondisi ini berpotensi mengubah pola cuaca dunia, dari suhu tinggi dan kekeringan hingga hujan lebat dan banjir.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam pembaruan September 2026 menyebut El Nino hampir pasti berlanjut hingga Februari 2027. Melansir Time Out, intensitasnya diperkirakan sangat kuat menjelang akhir tahun dan bisa memengaruhi iklim hingga tahun berikutnya.
Apa Itu El Nino?
El Nino adalah fenomena alami berupa naiknya suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur. Fenomena ini muncul setiap dua hingga tujuh tahun. Saat El Nino terjadi, angin pasat melemah sehingga air laut hangat bergeser ke timur, menuju Amerika Selatan. Akibatnya, sebagian wilayah diguyur hujan lebat dan banjir, sedangkan wilayah lain terancam kekeringan.
Istilah Super El Nino hanya dipakai secara informal. WMO tidak menjadikannya klasifikasi resmi dan hanya mengenal kategori lemah, moderat, kuat, atau sangat kuat.
Dampak bagi Wisatawan
Sepanjang 2026, cuaca ekstrem sudah terjadi, mulai dari gelombang panas di Eropa hingga banjir parah di Thailand dan Nepal. Hujan lebat dan banjir bisa mengganggu perjalanan darat. Sementara itu, panas ekstrem mengurangi kenyamanan aktivitas luar ruangan. Di wilayah dilanda kekeringan atau kebakaran hutan, akses ke wisata alam bisa dibatasi.
Meski begitu, tidak semua destinasi mengalami cuaca ekstrem. Dampaknya berbeda menurut wilayah dan musim. Wisatawan sebaiknya memantau prakiraan cuaca, memeriksa status penerbangan dan transportasi, serta mengikuti berita lokal dan pengumuman resmi di tujuan.
Perkiraan Korban Jiwa
The Guardian melaporkan El Nino kali ini berpotensi menyebabkan sekitar 450.000 kematian hingga Februari 2027 akibat banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan. Angka itu mencakup perkiraan sejak Juni 2026. Sepuluh negara teratas:
- Nigeria: 31.320 kematian
- Indonesia: 19.251 kematian
- Sudan: 17.430 kematian
- India: 15.670 kematian
- Brasil: 13.271 kematian
- Republik Demokratik Kongo: 10.014 kematian
- Niger: 9.900 kematian
- Chad: 7.953 kematian
- Filipina: 6.504 kematian
- Vietnam: 5.566 kematian
Angka tersebut berasal dari pemodelan, bukan jumlah kematian yang sudah dipastikan.