Beritagosip.com – Asap karhutla membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk. Di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang, BMKG bahkan mencatat kategori berbahaya yang ditandai warna hitam. Karena itu, masker saat kabut asap jadi perlengkapan penting bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Pertanyaannya, kapan masker perlu diganti? Jawabannya bergantung pada jenis masker, kondisi fisik, dan petunjuk produsen.
Tanda N95 Perlu Diganti
Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), respirator N95 harus diganti bila basah, kotor, atau rusak. Periksa juga talinya. Tali yang melar membuat masker tak lagi menempel rapat, sehingga perlindungannya berkurang. Padahal, partikel polusi bisa masuk lewat celah di hidung dan pipi. Pastikan juga masker menutup hidung dan mulut dengan rapat.
N95 sekali pakai tidak boleh dicuci atau dipanaskan untuk sterilisasi karena merusak kemampuan penyaringannya. Panduan ini khusus untuk N95, sedangkan jenis lain bisa punya aturan berbeda.
Masker Utuh Belum Tentu Efektif
Studi di JAMA Network Open menemukan proporsi respirator dengan efisiensi filtrasi di bawah 95 persen meningkat seiring bertambahnya giliran kerja pemakaian. Artinya, masker yang tampak utuh belum tentu menyaring sebaik saat pertama dipakai. Namun, studi itu meneliti tenaga kesehatan di lingkungan kerja, bukan warga yang terpapar asap karhutla.
Tak Harus Dibuang Setiap Beberapa Jam
Masker yang dipakai seharian tidak otomatis harus dibuang setelah beberapa jam. Sebaliknya, masker yang baru dipakai sebentar tetap perlu diganti bila basah, kotor, rusak, atau tidak terpasang baik. Periksa kondisinya secara berkala, dan jangan mencuci atau memanaskan respirator sekali pakai.