Beritagosip.com – Sekjen PBB Guterres karhutla Indonesia menjadi salah satu contoh yang ia singgung saat bicara soal krisis iklim. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Foreign Policy Circle Talks yang digelar Kementerian Luar Negeri RI, Senin (19/10).
Guterres menyebut sejumlah negara kini menghadapi bencana terkait perubahan iklim. Negara-negara itu umumnya negara berkembang yang kurang terwakili di institusi global.
“Kita menyaksikan kenaikan suhu dan bencana-bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim yang menghantam negara-negara berkembang, dengan dampak paling awal dan paling parah, sementara negara-negara tersebut hanya mendapat sedikit bantuan,” kata Guterres di acara bertajuk Eight Decades of the United Nations: What’s Next?
Indonesia dan bencana berulang
Guterres menambahkan, banyak negara berjuang mengantisipasi risiko dan bertahan menghadapi bencana yang terus berulang. “Seperti banjir, gempa bumi, naiknya permukaan laut, dan sebagaimana yang sangat dipahami Indonesia, kehancuran akibat kebakaran hutan serta letusan gunung berapi yang terjadi berulang kali,” katanya.
Ia bicara demikian saat menyoroti lemahnya peran institusi global dalam mencerminkan kebutuhan negara berkembang seperti Indonesia. Menurutnya, kondisi ini menyulitkan negara berkembang tumbuh karena lilitan utang dan beban penanganan bencana. Selain itu, mereka sulit lepas dari dampak perang dan perpecahan geopolitik.
Seruan multipolaritas
“Pesannya jelas: kita tidak boleh mengambil risiko menghadapi dunia yang terfragmentasi. Sebaliknya, kita perlu berupaya mewujudkan multipolaritas yang saling terhubung, dengan berbagai pusat kekuatan yang ditopang oleh jalinan hubungan ekonomi, politik, sosial, dan teknologi yang erat,” kata Guterres.
Ia menilai Indonesia sebagai salah satu pusat dalam jejaring tersebut. “Dunia yang semakin multipolar menuntut adanya lembaga-lembaga multilateral yang efektif dan representatif,” imbuhnya.