Beritagosip.com – Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese menyerukan masyarakat global, termasuk Indonesia, memakai kekuatan ekonomi untuk menekan Israel mengakhiri pendudukan Palestina. Salah satu caranya adalah boikot produk Israel.
Menurut Albanese, boikot produk Israel lewat pilihan konsumsi sehari-hari hingga keputusan investasi bisa menjadi instrumen perlawanan terhadap sistem ekonomi yang menopang pendudukan. Perjuangan membela hak rakyat Palestina, katanya, tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi dan pernyataan politik.
“Indonesia punya 250 juta warga. Kalau 10 persen saja menggunakan kekuatan boikotnya, itu sudah sangat berarti,” kata Albanese dalam diskusi Amnesty International Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10).
Ia mencontohkan langkah sederhana konsumen dalam boikot produk Israel: berhenti memakai layanan Airbnb, tidak membeli Coca-Cola, atau tidak membeli pakaian Zara.
“Bukan soal semua orang harus memboikot semua produk sekaligus, tapi pilih tindakan yang dapat dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Pilih satu, pilih sesuatu,” katanya dari panggung diskusi di Taman Ismail Marzuki.
Gerakan BDS dan Investasi Etis
Seruan itu sejalan dengan pendekatan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), gerakan masyarakat sipil Palestina untuk menekan Israel lewat boikot, divestasi, dan sanksi ekonomi. BDS sendiri resmi mendukung kampanye boikot Zara pada 2025.
Albanese menegaskan persoalannya lebih luas dari sekadar membeli atau tidak membeli produk.
“Kita harus mengendalikan kekuatan kapitalisme. Kita harus menyadari kita adalah bagian dari ekonomi global dimana sebagian kecil orang yang mengendalikan kegiatan ekonomi dunia,” tegasnya.
Ia juga mendorong investasi etis, memastikan uang yang ditempatkan tidak mendukung kegiatan yang melanggar hak asasi manusia.
“Anda beruntung karena secara historis negara ini (Indonesia) selalu melawan penindasan di Palestina. Tak seperti di Italia (negaranya) di mana pemerintahnya bersikap sebaliknya,” tambahnya di hadapan sekitar 800 peserta.
Seruan ini menggema di tengah besar korban konflik Israel-Palestina sejak 7 Oktober 2023. Mengutip data OCHA dari Kementerian Kesehatan Gaza, korban tewas di Gaza hingga pertengahan Oktober 2026 melampaui 74.000 jiwa dan lebih dari 175.000 terluka.
Di forum yang sama terungkap pegiat HAM Indonesia tengah memperjuangkan draft RUU Boikot Isra
ael masuk Program Legislasi Nasional. RUU itu menargetkan hubungan ekonomi dan penyediaan barang dan jasa dari Israel.