Beritagosip.com – Baju bau keringat padahal baru saja dicuci? Kamu tidak sendiri. Masalah ini umum menimpa pakaian sintetis seperti jersey olahraga berbahan polyester.
Bau pada pakaian tidak hanya soal keringat. Bakteri di kulit menguraikan komponen keringat dan sebum menjadi senyawa berbau tidak sedap.
Saat kamu memakai baju, keringat, sebum, dan mikroorganisme berpindah ke serat kain. Sebagian residunya bisa bertahan meski baju sudah kamu cuci.
Riset tentang Serat dan Bau
Riset di jurnal Microbiology Spectrum menunjukkan karakteristik serat memengaruhi interaksi kain dengan bakteri. Polyester cenderung menahan lebih banyak bakteri dan sebum daripada katun.
Sebum yang tertinggal menjadi makanan bakteri, yang kemudian menghasilkan senyawa pemicu bau.
Penelitian di jurnal BMC Biology bahkan menemukan pencucian mengurangi senyawa volatil penyebab bau, tetapi mengubah komposisi mikroorganisme kain. Jumlah bakteri dengan membran sel utuh justru naik setelah pencucian.
Studi lain di Textile Research Journal menguji katun dan polyester lewat satu hingga sepuluh siklus kotor-cuci. Hasilnya, pencucian lebih efektif melepas senyawa bau dari katun, dan residu pada kain makin menumpuk dari siklus pertama ke kelima.
Cara Merawatnya
Beberapa kebiasaan bisa membantu mencegah bau menetap:
- Segera cuci pakaian yang basah keringat, jangan biarkan lembap terlalu lama.
- Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum masuk lemari, karena pengeringan lambat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
- Jaga kebersihan mesin cuci dari residu deterjen dan kotoran.
- Ikuti petunjuk perawatan di label dan pakai deterjen sesuai takaran.
Pewangi memang bisa menutupi bau, tetapi tidak otomatis menghilangkan senyawa penyebabnya.