Beritagosip.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan dapat dimanfaatkan sebagai momentum pembenahan regulasi pasar modal Indonesia. Situasi IHSG anjlok dinilai membuka ruang evaluasi kebijakan yang lebih komprehensif.
Pandangan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri pertemuan sarapan pagi bersama sejumlah pejabat negara. Agenda tersebut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menurut Airlangga Hartarto IHSG yang melemah selama dua hari berturut-turut dipengaruhi sentimen teknikal. Faktor utama berasal dari keputusan Morgan Stanley Capital International terhadap pasar saham Indonesia.
MSCI memutuskan untuk membekukan kebijakan indeks khusus saham Indonesia. Langkah tersebut diambil karena masih ditemukan persoalan transparansi kepemilikan saham. Selain itu, mekanisme penilaian free float dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan.
Keputusan MSCI Indonesia juga didasarkan pada penilaian terhadap kualitas data kepemilikan saham. Data yang bersumber dari Kustodian Sentral Efek Indonesia dianggap belum sepenuhnya dapat diandalkan.
Di sisi lain, pembaruan data yang dilakukan Bursa Efek Indonesia dinilai belum menyentuh persoalan mendasar. Aspek investability serta pembentukan harga wajar disebut belum terakomodasi secara optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Airlangga menyatakan telah meminta Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk menindaklanjuti catatan dari MSCI. Perbaikan regulasi pasar modal Indonesia menjadi fokus utama pembahasan.
Ia menegaskan proses tersebut telah memiliki jadwal yang jelas. Komunikasi dengan MSCI juga disebut telah dilakukan sebelumnya terkait agenda reformasi.
Airlangga menambahkan OJK akan menyampaikan penjelasan resmi kepada publik. Langkah tersebut diharapkan dapat merespons dinamika IHSG anjlok sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal nasional.