Beritagosip.com Krisis gas India mulai menekan sektor kuliner setelah konflik AS Israel Iran energi memicu gangguan pasokan bahan bakar. Kondisi ini meningkatkan risiko kelangkaan LPG restoran di berbagai wilayah negara tersebut.
Pelaku usaha restoran memperingatkan potensi penutupan restoran India jika pasokan gas restoran India tidak segera kembali stabil. Dampaknya diperkirakan menjangkau bisnis kecil hingga jaringan restoran besar.
Salah satu jaringan makanan Meksiko, California Burrito, turut mengalami kelangkaan LPG restoran. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 100 gerai yang tersebar di kota seperti Bengaluru dan Chennai.
Pendiri California Burrito, Bert Muller, menyampaikan bahwa persediaan gas di restorannya sangat terbatas. Saat ini, stok LPG yang tersedia hanya cukup untuk dua hari ke depan.
Menurut Muller, langkah darurat mulai disiapkan untuk menghadapi krisis gas India. Restoran tersebut mengurangi pemakaian gas serta memasang kompor induksi di sejumlah gerai.
“Kami hanya memiliki stok LPG untuk dua hari. Saat ini kami menyiapkan langkah darurat. Kami menghemat penggunaan gas dan mulai memasang kompor induksi di beberapa gerai,” ujar Muller.
Pemerintah India mulai merespons persoalan pasokan gas restoran India. Kementerian Perminyakan India membentuk panel khusus guna meninjau distribusi LPG untuk restoran serta sektor industri lain.
Langkah tersebut muncul setelah dua asosiasi industri mengajukan permohonan peninjauan pasokan. Industri restoran diketahui sangat bergantung pada kelangkaan LPG restoran untuk menjalankan operasional harian.
Asosiasi Restoran Nasional India (NRAI) menyampaikan peringatan terkait krisis gas India dalam surat kepada Kementerian Pengolahan Makanan pada Senin (9/3).
Dalam surat tersebut, NRAI menegaskan bahwa gangguan pasokan gas restoran India dapat memicu penutupan restoran India dalam skala besar.
“Gangguan pasokan akan memicu penutupan besar-besaran yang bersifat katastrofik,” tulis NRAI dalam pernyataan resminya.
Organisasi tersebut menekankan bahwa pernyataan itu bukan ancaman. Pernyataan tersebut merupakan peringatan atas potensi dampak serius dari konflik AS Israel Iran energi terhadap sektor restoran.
Kelangkaan bahan bakar mulai terasa setelah konflik AS Israel Iran energi menghentikan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Gangguan tersebut mendorong kenaikan harga energi serta biaya transportasi global. Situasi ini juga menekan ekspor serta produksi negara produsen energi di kawasan Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.
Perusahaan energi di India kemudian menaikkan harga LPG untuk pertama kalinya dalam satu tahun. Peningkatan biaya impor mempercepat lonjakan harga jual di pasar domestik.
Kenaikan harga tersebut membuat sebagian warga mulai panik. Dampaknya semakin memperburuk situasi krisis gas India yang sedang berlangsung.
Qatar yang merupakan pemasok LNG terbesar bagi India turut menghentikan produksi pada pekan lalu. Keputusan itu muncul setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk sebagai balasan terhadap konflik AS Israel Iran energi.