Beritagosip.com Sejumlah kapal dilaporkan tetap beroperasi di jalur strategis global. Kapal Prancis Jepang Oman melintasi Selat Hormuz menjadi bukti bahwa aktivitas pelayaran Selat Hormuz konflik masih berlangsung.
Informasi ini berasal dari data pelacakan maritim Marine Traffic. Laporan tersebut juga dikutip dari AFP. Kapal-kapal itu tercatat melintas pada Kamis, 2 April.
Salah satu kapal yang terpantau adalah Kapal Kribi. Kapal ini berbendera Malta dan dimiliki oleh grup transportasi maritim Prancis, CMA CGM. Kapal tersebut melintasi perairan untuk keluar dari Teluk Persia pada Kamis sore.
Pada Jumat pagi, posisi kapal telah berada di lepas pantai Muscat, Oman. Sistem transponder masih aktif dan memungkinkan komunikasi berlangsung normal. Data ini menguatkan bahwa kapal Prancis Jepang Oman melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan teknis.
Data navigasi menunjukkan kapal itu menggunakan rute yang telah disetujui Iran. Jalur tersebut dikenal dengan sebutan ‘Gerbang Tol Teheran’. Rute Selat Hormuz Iran ini menjadi opsi penting dalam kondisi pelayaran Selat Hormuz konflik.
Selain itu, tiga kapal tanker juga berhasil melintas. Kapal-kapal tersebut berasal dari Oman dan Jepang. Mereka memilih jalur alternatif dengan rute selatan.
Ketiga kapal berlayar dekat Pantai Semenanjung Musandam, Oman. Sistem transponder tetap aktif selama perjalanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapal tanker Selat Hormuz masih bisa menjalankan operasi.
Kapal Sohar LNG turut menjadi perhatian. Kapal ini dimiliki oleh perusahaan Jepang, Mitsui O.S.K. Kapal tersebut tercatat sebagai kapal Jepang pertama yang keluar dari Teluk sejak konflik dimulai.
Sementara itu, Kapal New Vision berbendera Hong Kong diperkirakan tiba di pelabuhan Le Havre, Prancis. Kapal ini telah melintasi Selat Hormuz sejak 1 Maret, tepat setelah konflik pecah.
Sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meningkat pada akhir Februari, aktivitas pelayaran menurun tajam. Iran juga menutup Selat Hormuz dari jalur pelayaran umum.
Data mencatat sekitar 221 kapal komoditas melintasi jalur tersebut sejak 1 Maret. Sebelum konflik, transit kapal Selat Hormuz mencapai sekitar 120 perjalanan per hari.
Sebagian besar kapal yang melintas memiliki keterkaitan dengan Iran. Sekitar 60 persen kapal berasal dari atau menuju negara tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kapal Prancis Jepang Oman melintasi Selat Hormuz tetap terjadi meski situasi belum stabil.