Beritagosip.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah tercatat mengunggah hingga 24 postingan dalam semalam di platform Truth Social. Dalam rentang waktu sekitar pukul 18.00 hingga 08.00 waktu setempat, Trump aktif mem-posting dan me-repost berbagai konten, mulai dari komentar politik hingga pernyataan kontroversial.
Kebiasaan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Namun, frekuensi posting yang tinggi pada malam hari dinilai para ahli dapat menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekadar aktivitas media sosial biasa.
Psikolog kognitif perilaku Greg Kushnick menilai pola ini bisa berkaitan dengan kebutuhan untuk mendapatkan perhatian. Menurutnya, aktivitas pada malam hari memungkinkan postingan tersebut mendominasi siklus berita ketika publik mulai aktif pada pagi hari.
Data yang beredar menunjukkan Trump cukup sering aktif hingga lewat tengah malam. Dalam periode Januari 2025 hingga Januari 2026, ia tercatat membuat lebih dari 300 postingan pada pukul 00.00 dan lebih dari 100 postingan pada pukul 01.00. Bahkan, total unggahannya di Truth Social dalam setahun terakhir mendekati 7.000 postingan.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengungkapkan bahwa Trump memiliki pola tidur yang tidak biasa dan hanya tidur sekitar empat jam setiap malam. Kondisi ini dinilai membuat waktu malam menjadi momen ketika ia lebih leluasa mengekspresikan pikirannya tanpa banyak pengaruh dari penasihat.
Dari sisi psikologi, kebiasaan aktif di media sosial juga dikaitkan dengan fenomena pseudo-validation, yakni rasa validasi semu dari respons pengguna lain. Respons seperti likes, repost, dan komentar dapat memicu lonjakan dopamin di otak, mirip dengan efek mesin slot yang membuat pengguna terus mencari respons baru.
Selain itu, sejumlah studi tentang perilaku digital pada malam hari menunjukkan bahwa kondisi tetap terjaga hingga larut dapat memengaruhi pengambilan keputusan, meningkatkan dorongan mencari perhatian, dan menurunkan kontrol emosi. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih impulsif dan reaktif saat mem-posting.
Platform Truth Social sendiri juga dinilai sebagai echo chamber, yaitu ruang digital yang lebih sering memperkuat pandangan pengguna melalui informasi yang sejalan dengan keyakinannya. Dengan jumlah pengguna aktif bulanan yang jauh lebih kecil dibanding platform besar lain, sekitar 6 juta pengguna, pola komunikasi satu arah dinilai menjadi lebih kuat.
Pakar ilmu politik Michael Genovese menilai gaya penggunaan media sosial Trump kini berbeda dibanding awal karier politiknya. Jika sebelumnya terlihat lebih strategis, kini pola unggahannya dinilai lebih emosional dan kurang tersaring.
Meski tidak dapat dijadikan dasar diagnosis, para ahli menilai pola ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat untuk mencari kontrol, validasi, sekaligus menyalurkan emosi di ruang publik.