Beritagosip.com — Trump kesal Iran setelah Teheran belum juga menyetujui proposal yang diajukan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan persoalan nuklir. Situasi tersebut membuat Washington mulai mempertimbangkan langkah militer yang lebih besar terhadap Iran.
Media Amerika Serikat, Axios, melaporkan Presiden Donald Trump menggelar pertemuan bersama tim keamanan nasional pada Senin (11/5). Pertemuan itu membahas langkah lanjutan menghadapi Iran setelah negosiasi mengalami kebuntuan.
“Termasuk kemungkinan melanjutkan aksi militer, setelah negosiasi dengan negara tersebut menemui jalan buntu pada hari Minggu,” tulis Axios berdasarkan keterangan tiga sumber.
Salah satu sumber menyebut Trump kesal Iran karena Teheran tetap melakukan blokade di Selat Hormuz. Selain itu, perbedaan pandangan di internal pemerintahan Iran juga dinilai menghambat proses negosiasi.
Laporan Al Jazeera menyebut perpecahan internal Iran membuat negosiator sulit memberikan konsesi penting demi melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Washington.
Trump mulai menunjukkan rasa frustrasinya saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (11/5). Ia menilai kondisi gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam situasi yang sangat rapuh.
“Saya akan mengatakan bahwa saat ini situasinya sangat lemah, seperti berada di ambang kematian,” ujar Trump.
Ia kemudian menambahkan, “Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis.”
Meski negosiasi berjalan alot, Trump menegaskan AS tidak akan mundur. Pemerintah AS bahkan mempertimbangkan Freedom Project, sebuah operasi untuk mengawal kapal di Selat Hormuz sekaligus mengurangi kendali Iran atas jalur perairan strategis tersebut.
Proposal AS untuk Iran mencakup penghentian program nuklir hingga pembukaan akses penuh di Selat Hormuz. Namun, Teheran menolak permintaan pelucutan nuklir yang diajukan Washington.
AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 8 April. Kesepakatan itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.
Hingga kini, AS dan Iran bersama mediator Pakistan masih melanjutkan negosiasi demi mencapai gencatan senjata permanen. Namun, pembahasan berjalan sulit karena kedua negara memiliki perbedaan besar terkait program nuklir Iran.