Beritagosip.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih belum stabil pada perdagangan Rabu (20/5). Sejumlah analis menilai tekanan jual masih cukup besar sehingga indeks berpotensi melanjutkan pelemahan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG masih rawan mengalami koreksi lanjutan. Menurutnya, indeks berpeluang menguji area support penting di level 6.307.
“IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area 6.307,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dengan kondisi tersebut, prediksi IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada area support 6.270 dan 6.148. Sementara itu, area resistance berada di level 6.640 hingga 6.745.
Dalam riset yang sama, Herditya turut memberikan beberapa saham rekomendasi analis yang dinilai menarik diperhatikan investor. Saham tersebut meliputi ANTM, INDF, JPFA, dan TLKM.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat peluang IHSG melemah masih cukup terbuka. Ia menilai penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya menjadi sinyal negatif untuk jangka pendek.
Menurut Ivan, IHSG telah menembus level Fibonacci retracement 85,4 persen di area 6.363. Kondisi itu dinilai membuka ruang penurunan lebih dalam untuk menutup gap lama yang terbentuk pada April 2025.
“Kejatuhan di hari Selasa membuka jalan untuk mengisi gap 6.092-6.148 yang terbentuk April 2025 silam,” kata Ivan.
Ivan memperkirakan IHSG bergerak pada support 6.253, 6.098, hingga 5.911. Sedangkan resistance diprediksi berada di level 6.515, 6.787, dan 7.001.
Ia juga membagikan sejumlah saham rekomendasi analis yang layak dicermati pelaku pasar, yakni ANTM, ASII, EMTK, dan ICBP.
Pada perdagangan Selasa (19/5) sore, IHSG ditutup di level 6.370. Posisi tersebut turun 228,56 poin atau melemah 3,46 persen dibanding sesi sebelumnya.
Mengacu data RTI Infokom, nilai transaksi investor mencapai Rp25,07 triliun. Total volume perdagangan tercatat sebanyak 45,52 miliar saham.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 112 saham menguat, 612 saham terkoreksi, dan 94 saham bergerak stagnan.