Beritagosip.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap bahwa kesepakatan damai AS-Iran hampir tidak terwujud karena sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6), Trump menyebut Netanyahu tidak mendukung proses perdamaian tersebut karena ingin melanjutkan konflik yang sedang berlangsung.
Menurut Trump, serangan Israel di Lebanon bahkan sempat mengancam kelangsungan perundingan yang dilakukan antara Washington dan Teheran.
“Dia orang yang sangat sulit,” ujar Trump saat berbicara mengenai Netanyahu.
Trump juga menilai Israel seharusnya menghargai upaya Amerika Serikat dalam mendorong tercapainya kesepakatan damai AS-Iran.
“Sejujurnya, dia harusnya sangat berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini (menghentikan pertempuran). Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam,” kata Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika Trump mengumumkan bahwa proses perundingan AS Iran telah mencapai kesepakatan akhir. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).
Trump mengungkapkan bahwa salah satu poin dalam kesepakatan tersebut berkaitan dengan kepastian bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka tanpa pungutan biaya secara permanen.
Hingga kini, rincian lengkap mengenai isi kesepakatan damai AS-Iran belum diumumkan secara resmi oleh kedua negara.
Sebelumnya, kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat memuat komitmen untuk menghentikan pertempuran di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.
Laporan tersebut juga menyebut adanya kesepakatan mengenai pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran serta pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pencairan aset Iran tidak akan dilakukan sebelum Teheran memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati.
Salah satu syarat utama yang disebutkan adalah pengurangan tingkat pengayaan uranium yang dimiliki Iran.
Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan meminta Iran menyerahkan seluruh material uraniumnya. Sebagai gantinya, kedua negara akan bekerja sama secara bertahap untuk menurunkan tingkat pengayaan material nuklir tersebut.
Presiden AS itu juga tidak memberikan tenggat waktu khusus terkait pelaksanaan komitmen tersebut.
Menurut Trump, keberhasilan mencapai kesepakatan damai AS-Iran tidak terlepas dari tekanan militer yang sebelumnya dilakukan Washington terhadap Teheran.
“Mereka tidak menginginkan serangan ketiga. Mereka peduli dengan kehidupan,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat memberikan pengaruh besar terhadap tercapainya kesepakatan tersebut.
“Intinya adalah serangan-serangan yang telah kami lakukan itu berdampak besar pada tercapainya kesepakatan ini, dampak yang sangat besar,” tutupnya.