Beritagosip.com Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Pelemahan terjadi setelah aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz mulai pulih menyusul kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun 54 sen atau 0,68 persen menjadi US$78,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 46 sen atau 0,6 persen ke posisi US$76,14 per barel.
Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan harga minyak dunia setelah kedua kontrak sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret pada perdagangan sehari sebelumnya.
Tekanan terhadap harga muncul setelah sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang sempat mengganggu pasokan energi global.
Beberapa kapal yang kembali beroperasi di jalur strategis tersebut termasuk tiga tanker berbendera Arab Saudi yang mengangkut sekitar 6 juta barel minyak mentah.
Pelaku pasar menilai perkembangan tersebut dapat meningkatkan pasokan minyak dunia dalam waktu dekat. Para analis memperkirakan lebih dari 85 juta barel minyak yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah berpotensi kembali memasuki pasar internasional.
Selain itu, pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran diperkirakan akan memberikan tambahan pasokan bagi pasar energi global pada periode mendatang.
Meski begitu, sebagian investor masih memilih menunggu kepastian bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz benar-benar telah kembali normal.
Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan pasar masih membutuhkan bukti kuat bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz telah pulih sepenuhnya sebelum harga minyak melanjutkan tren penurunan yang lebih dalam.
Menurutnya, selama pergerakan kapal belum berjalan secara konsisten, keraguan pasar akan tetap bertahan dan berpotensi membatasi tekanan penurunan harga minyak.
Sebelum konflik terjadi, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz. Karena itu, jalur pelayaran tersebut memiliki peran penting terhadap stabilitas perdagangan energi global.
Sejumlah analis memperkirakan aktivitas perdagangan energi internasional dapat kembali normal dalam beberapa bulan mendatang apabila kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mampu bertahan.
Tanda-tanda pemulihan pasokan juga mulai terlihat dari negara-negara produsen minyak di Timur Tengah. Kuwait Petroleum Corp mengumumkan seluruh status force majeure yang diberlakukan selama masa konflik telah dicabut efektif mulai Kamis.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan rantai pasokan energi regional mulai kembali beroperasi secara normal. Harga minyak dunia kini akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan kesepakatan damai serta pemulihan aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan ke depan.