Beritagosip.com – Korban perang Rusia-Ukraina diperkirakan telah menembus angka dua juta orang setelah konflik berlangsung lebih dari empat tahun. Sebuah studi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut kedua negara mengalami kerugian besar, baik dari korban tewas, terluka, maupun hilang.
Penelitian tersebut memperkirakan Rusia menanggung sekitar 1,4 juta korban, yang mencakup prajurit tewas, terluka, dan hilang. Jumlah itu setara dengan sekitar satu persen dari total populasi negara tersebut.
Studi itu juga menyebut dampak konflik tidak dirasakan secara merata di seluruh wilayah Rusia. Daerah-daerah miskin dan wilayah dengan populasi minoritas etnis disebut mengalami tingkat korban yang jauh lebih tinggi.
Dikutip dari CNN, berbagai laporan media oposisi Rusia menggambarkan banyak desa terpencil kehilangan sebagian besar populasi laki-laki akibat perang. Selain itu, Rusia dinilai belum mampu merekrut personel baru dengan kecepatan yang sebanding dengan jumlah pasukan yang hilang.
“Angka-angka ini sangat mengejutkan. Jumlah korban jiwa Rusia di Ukraina lebih dari empat kali lipat jumlah korban jiwa AS di semua perang gabungan sejak Perang Dunia II, dan lebih dari sembilan kali lipat jumlah korban jiwa Soviet dan Rusia di semua perang gabungan sejak Perang Dunia II,” ujar Seth G. Jones dan Riley McCabe, penulis studi tersebut.
Sementara itu, Ukraina diperkirakan mengalami antara 525.000 hingga 625.000 korban. Dari jumlah tersebut, sekitar 125.000 hingga 150.000 orang diperkirakan meninggal dunia.
Hingga kini, baik Rusia maupun Ukraina belum merilis data resmi mengenai jumlah korban. Meski demikian, estimasi terbaru dari CSIS dinilai masih sejalan dengan berbagai perkiraan yang disampaikan negara-negara Barat.
Menurut Jones dan McCabe, dari sisi jumlah korban, perang ini memberikan dampak yang jauh lebih besar kepada Rusia dibandingkan Ukraina.
Mereka memperkirakan rasio korban pada paruh pertama tahun ini meningkat menjadi hampir delapan banding satu. Artinya, untuk setiap satu tentara Ukraina yang tewas, terluka, atau hilang, terdapat sekitar delapan korban dari pihak Rusia.
Sebelumnya, rasio korban diperkirakan berada pada kisaran dua hingga tiga tentara Rusia untuk setiap satu tentara Ukraina. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan kemajuan program drone Ukraina yang mampu memperluas “zona pembunuhan” di sepanjang garis depan pertempuran.
Akibatnya, area di sekitar medan tempur disebut dipenuhi drone Ukraina sehingga menyulitkan pasukan Rusia untuk memasuki wilayah tersebut.
Selain itu, studi tersebut juga menilai tingginya korban perang Rusia-Ukraina di pihak Rusia dipengaruhi oleh strategi perang atrisi, kegagalan menerapkan operasi gabungan secara efektif, taktik dan pelatihan yang kurang optimal, praktik korupsi, serta rendahnya moral pasukan.
Dengan total korban yang diperkirakan mencapai dua juta orang, konflik Rusia-Ukraina disebut telah melampaui jumlah korban dalam Pertempuran Stalingrad, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah.