Beritagosip.com – Proses penggabungan dua raksasa industri layar lebar kembali mengalami hambatan hukum. Pengadilan menambahkan periode penundaan sebanyak 14 hari lagi untuk merger senilai US$111 miliar antara Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery.
Dengan tambahan penundaan ini, penutupan akuisisi tidak akan terlaksana sebelum tanggal 18 Agustus. Penggunaan periode penundaan ini mencapai batas maksimal yang tersedia untuk mekanisme penundaan, yakni 28 hari keseluruhan.
Hakim Araceli Martinez-Olguin telah menjadwalkan sidang pada 3 Agustus 2026 guna membahas permintaan perintah sementara yang akan memblokir kesepakatan tersebut tanpa batasan waktu. Paramount meminta waktu tambahan untuk menyampaikan argumen defensifnya terhadap perintah terbaru.
Koalisi yang terdiri dari 12 jaksa agung negara bagian menuduh kesepakatan ini melanggar Undang-undang Clayton karena akan menekan persaingan di pasar distribusi jaringan penayangan dasar dan industri bioskop. Mereka khawatir harga produksi dan produk akan melonjak drastis sementara jumlah film dan acara televisi berkurang.
Serikat Penulis Amerika (Writers Guild of America) juga menampilkan tantangan terpisah terhadap akuisisi senilai US$111 miliar ini. Mereka mengkhawatirkan merger akan menekan upah penulis naskah dan menghasilkan homogenisasi konten yang berbahaya bagi industri kreatif.
Pada Senin (21/7), hakim pengadilan federal menerbitkan perintah penundaan 14 hari pertama atas kasus gugatan dari 12 negara bagian. Paramount menyetujui untuk tidak menyelesaikan transaksi sebelum 22 Juli 2026 dan menyatakan tidak akan menderita kerugian signifikan akibat penundaan hingga akhir September.
Persetujuan awal datang dari Departemen Kehakiman AS pada Juni 2026 yang memberikan sinyal hijau untuk akuisisi ini, meskipun belum final dan masih terbuka untuk tantangan hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, sebagian pemain industri Hollywood menolak keras rencana penggabungan yang akan menyatukan aset Paramount seperti CBS, CBS News, Paramount Pictures dan Paramount+ dengan komponen HBO dan HBO Max milik WBD, Warner Bros. Pictures, CNN, TNT, TBS, HGTV dan properti lainnya.
Para pemimpin eksekutif Paramount memperkirakan merger akan menghasilkan penghematan biaya lebih dari US$6 miliar, sebuah angka yang mengindikasikan pengurangan tenaga kerja skala besar akan segera dilakukan.