Beritagosip.com – Penyerang timnas Prancis Kylian Mbappe telah menyampaikan pesan yang sangat personal kepada seluruh rakyat Prancis. Pesan bermakna ini disampaikan setelah perjalanan menakjubkan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026 berakhir tanpa mengangkat trofi juara.
Mbappe membagikan surat terbuka yang penuh emosi melalui berbagai platform media sosial pada hari Senin (27/7). Dalam tulisan yang menyentuh hati, kapten tim Prancis ini mengekspresikan berbagai perasaan kompleks mulai dari kebanggaan diri, rasa kecewa, hingga rasa terima kasih kepada para rekan seperjuangan dan supporter setia yang senantiasa memberikan dukungan.
Meski perjalanan turnamen berakhir tanpa meraih mahkota juara, pemain bakat tinggi ini menyatakan bangga dengan upaya maksimal yang telah dijalankan oleh seluruh skuad pertahanan dan serangan timnas selama turnamen berlangsung.
Dalam tulisannya, Mbappe juga menyinggung penghargaan Sepatu Emas yang telah dia raih. Menurutnya, prestasi individual tersebut tidak akan terasa lengkap tanpa diiringi dengan kesuksesan tim dalam meraih gelar champion dunia.
Berikut kutipan lengkap isi surat terbuka Kylian Mbappe yang diposting melalui akun media sosialnya:
“Terima kasih banyak. Satu bulan penulis dengan emosi yang tinggi. Mendesak diri kami untuk melampaui batasan kemampuan. Merasa terhormat memakai seragam Prancis. Kami tidak membawa pulang medali tim. Perasaan ini menyakitkan dan akan terus menyakitkan untuk waktu yang akan datang, aku jujur dengan kalian.
Aku berhasil memenangkan Sepatu Emas, tetapi itu akan lebih bermakna jika kami juga meraih trofi dunia.
Mungkin kami berhutang penghargaan lebih baik kepada kalian. Namun realitas sering kali berbeda dengan harapan; kami tidak bisa selalu memilih cara berakhirnya cerita; kita memilih apa yang kita korbankan, dan kita memberikan itu untuk semuanya. Itu adalah hal yang bisa kami lakukan dengan sepenuh hati. Saya bangga.
Rasa terima kasih saya kepada semua rekan satu tim. Tanpa kemauan keras mereka, tanpa gerakan cepat mereka, tanpa operan akurat mereka, tanpa kolaborasi tim yang membawa kami dari pertama sampai pertandingan akhir, saya tidak akan pernah bisa mencapai jumlah gol seperti itu. Piala ini adalah milik mereka, sama seperti milik saya.
Ketika masih anak-anak, saya bermimpi untuk bermain di paling tidak satu kali Piala Dunia. Saya telah mengikuti tiga edisi Piala Dunia, saya telah memenangkan salah satunya, dan di tahun ini saya berterima kasih telah memimpin sebagai kapten. Saya tidak akan pernah lupakan momen-momen itu.
Kalian tidak pernah meninggalkan kami, bahkan di saat-saat sulit, bahkan pada waktu kami paling tidak layak menerima dukungan kalian. Kita telah menulis narasi besar ini bersama-sama, dengan ribuan tangan dari jutaan orang, bukan sekadar sebelas pemain di lapangan, semuanya digerakkan oleh semangat universal yang sama.
Sepak bola, dalam esensinya, tetaplah satu permainan sederhana. Permainan yang kami hormati dengan sungguh-sungguh, yang telah kami perjuangkan seharian untuk memahami dan menguasainya, tetapi tetaplah satu permainan dengan peraturan fundamental yang tetap sama sejak awalnya: satu bola, satu gawang, ambisi untuk mencetak gol. Itulah alasan mengapa olahraga ini mempersatukan kami semua dengan semangat yang serupa.
Piala Dunia kali ini sudah berakhir, tapi cerita kami terus berlanjut. Akan ada pertandingan-pertandingan mendatang, malam-malam cerah atau gelap lainnya ketika kita berkumpul menghadapi permainan yang sama, dengan semangat yang masih hidup membara. Kita tidak akan pernah berhenti bermain bersama. Terima kasih atas semuanya.”
Pesan Mbappe mencerminkan matangnya seorang atlet profesional yang memahami nilai kolektivitas dalam mencapai kesuksesan besar. Pesan ini juga menunjukkan dedikasi pemain berusia 27 tahun terhadap negaranya dan rasa hormat mendalam kepada para pendukung.