Beritagosip.com – Organisasi sepak bola internasional terbesar, FIFA, sedang dalam proses agresif untuk mengumpulkan dukungan dari federasi-federasi sepak bola anggotanya di seluruh dunia untuk menyetujui sebuah skema investasi yang kontroversial. Skema ini melibatkan penjualan sebagian kepemilikan atau saham minoritas Piala Dunia kepada investor-investor swasta dari sektor korporat.
Dalam sebuah pengumuman pada Rabu (29/7), Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi menetapkan batas waktu yang sangat mendesak bagi semua federasi anggota untuk memutuskan posisi mereka terhadap proposal investasi tersebut. Tenggat waktu itu ditetapkan pada tanggal 19 September 2026, memberikan waktu kurang lebih dua bulan bagi federasi-federasi untuk melakukan analisis mendalam dan menetapkan keputusan mereka.
Sebagai insentif untuk mendorong persetujuan, Infantino mengumumkan bahwa setiap federasi anggota yang menyetujui rencana investasi tersebut akan menerima dana kompensasi yang signifikan, mencapai jumlah hingga US$40 juta atau sekitar Rp722,8 miliar per federasi. Penawaran finansial ini merupakan strategi yang cukup agresif untuk mengubah pendapat federasi-federasi yang mungkin masih ragu atau menentang proposal itu.
Langkah yang diambil oleh FIFA untuk melakukan korespondensi langsung dengan federasi-federasi anggotanya ini merupakan respons langsung terhadap berbagai perlawanan yang telah muncul dari berbagai kalangan. Banyak pihak, mulai dari federasi internasional, kalangan sepak bola, hingga pengamat industri, telah secara terbuka mengritik rencana FIFA untuk menjual atau melakukan investasi pada Piala Dunia.
Menurut laporan yang dirilis oleh ESPN, yang mengutip dari publikasi The Times, Infantino telah mengirimkan surat kepada federasi-federasi yang berisi perbandingan dua skenario finansial. Skenario pertama adalah jika federasi-federasi menyetujui proposal investasi, maka paket pendanaan yang akan tersedia mencapai jumlah fantastis sebesar US$10 miliar. Skenario kedua, jika proposal ditolak, maka pemerintah induk organisasi hanya akan mengalokasikan US$2,7 miliar sebagai alternatif program pengembangan.
Dalam surat itu, Infantino menulis dengan bahasa persuasif yang dramatis:
“Merupakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai presiden FIFA untuk menghadirkan peluang yang mengubah permainan kepada Anda, para anggota. Jika Anda ingin melanjutkan ada paket senilai US$10 miliar yang akan tersedia pada 1 Januari 2027, untuk fase selanjutnya dari perjalanan kita bersama.”
Kemudian dia melanjutkan dengan opsi alternatif:
“Jika Anda ingin mempertahankan status quo dan menolak proposal ini, kami masih punya rencana perluasan program Forward [dana pengembangan] sebesar US$2,7 miliar seperti yang sudah dijelaskan. Secara total untuk siklus mendatang yang dimulai pada 1 Januari 2027, setiap asosiasi anggota akan memiliki kemungkinan akses hingga US$ 40 juta per asosiasi anggota berdasarkan proposal ini.”
Proposal investasi yang sedang diusulkan oleh Infantino ini berkaitan dengan keinginannya untuk membentuk sebuah entitas anak perusahaan FIFA yang bernilai US$20 miliar. Entitas baru ini akan ditugaskan untuk menjalankan semua kompetisi dan acara-acara yang diselenggarakan oleh FIFA, termasuk yang paling bergengsi dan menguntungkan, yaitu Piala Dunia dan Piala Dunia antarklub.
Proposal ini mendapat dukungan dari sebuah perusahaan investasi terkemuka yang bernama Thrive Capital. Perusahaan ini didirikan oleh Joshua Kushner, yang merupakan saudara laki-laki dari Jared Kushner, yang terkenal sebagai menantu dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pernah menjabat sebagai penasihat senior di administrasi Trump.
Keinginan FIFA untuk menjual atau memiliki Piala Dunia dalam bentuk saham kepada sektor swasta telah memicu reaksi keras dan penolakan dari berbagai pihak di seluruh dunia. Organisasi sepak bola regional terbesar, UEFA yang mewakili federasi-federasi Eropa, telah secara terang-terangan mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap proposal FIFA ini.
Perlawanan yang dimunculkan oleh berbagai pihak tidak hanya berfokus pada isu filosofis tentang kemurnian dan integritas olahraga sepak bola sebagai institusi global. Ada juga berbagai spekulasi dan tuduhan bahwa Infantino sendiri mungkin akan mendapatkan keuntungan finansial pribadi melalui transaksi penjualan saham Piala Dunia tersebut. Tuduhan ini menambah dimensi kontroversial lain dari proposal yang sudah cukup divisif itu.