Beritagosip.com – Kabar duka kembali datang dari kalangan musisi tanah air. Trisno, bassist legendaris dari grup rock Pas Band, saat ini sedang berjuang melawan penyakit serius yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Kondisi kesehatannya yang memburuk membuat rekan-rekan bandnya sangat khawatir dan meminta doa dari seluruh pecinta musik Indonesia.
Melalui unggahan media sosialnya pada Jumat (31/7), musisi Eno NTRL turut menyebarkan kabar tentang kondisi Trisno yang memperihatinkan. Dalam postingan tersebut, Eno memohon kepada para penggemar setia untuk memberikan doa dan dukungan moral agar Trisno dapat segera pulih dari penyakitnya sehingga bisa kembali berkarya di industri musik. Bahkan, Eno juga membagikan tangkapan layar panggilan video dengan Trisno yang terlihat terbaring di tempat tidur dan memerlukan bantuan alat pernapasan untuk melanjutkan hidupnya.
Perjalanan kesehatan Trisno yang semakin memburuk ini dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Sandy, drummer Pas Band, memberikan penjelasan detail tentang kronologi penurunan kondisi bassist berbakat itu ketika diwawancarai pada tanggal 23 Juli 2026. Menurut Sandy, mereka sudah menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh Trisno selama bertahun-tahun terakhir, namun Trisno cenderung mengabaikan tanda-tanda peringatan dari tubuhnya.
“Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno. Kakinya membengkak, badannya agak kurus, tapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter,” ungkap Sandy saat itu.
Barulah beberapa bulan silam, Trisno akhirnya mau menjalani pemeriksaan medis yang komprehensif. Hasil pemeriksaan yang dilakukan menemukan bahwa Trisno terindikasi mengalami gangguan pada organ hati serta tekanan darah tinggi. Akan tetapi, situasi Trisno menjadi semakin kritis pada pertengahan bulan Juli 2026 kemarin ketika kondisinya tiba-tiba memburuk secara drastis. Dengan kesadaran bahwa keadaannya sangat mengkhawatirkan, keluarga dan band member segera membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
Setelah masuk rumah sakit dan menjalani serangkaian tes diagnostik, dokter menemukan komplikasi yang sangat serius: Trisno mengalami gagal ginjal dengan derajat yang parah. Lebih mengejutkan lagi, fungsi ginjal Trisno hanya tinggal sekitar 5 persen dari kapasitas normalnya. Kondisi ini mengharuskan Trisno untuk langsung menjalani prosedur cuci darah agar tubuhnya dapat membuang zat-zat berbahaya yang seharusnya dikeluarkan oleh ginjal.
Sandy juga menginformasikan bahwa dalam rencana perawatan selanjutnya, dokter mempertimbangkan kemungkinan melakukan transplantasi ginjal sebagai solusi jangka panjang untuk kesembuhan Trisno Pas Band.
Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah musik rock Indonesia, perjalanan karir Trisno tidak lepas dari pencapaian luar biasa bersama Pas Band. Grup musik yang ia bentuk bersama Yukie pada vokal, Bengbeng pada gitar, dan Richard Mutter pada drum mencapai puncak popularitasnya selama periode 1990-an. Mereka tidak hanya dikenal karena kualitas musik mereka, tetapi juga karena keberanian mereka merevolusi sistem industri musik di Indonesia.
Pada masa itu, Pas Band menjadi pelopor dalam mengambil langkah berani untuk merekam dan memasarkan album mereka secara mandiri tanpa harus terikat pada label rekaman besar. Pendekatan inovatif ini kemudian menginspirasi banyak musisi lain dan melahirkan gerakan musik independen atau yang lebih dikenal dengan sebutan indie di tanah air.
Sepanjang perjalanan karirnya sejak tahun 1993, Pas Band telah merilis sebanyak 10 album studio dengan kualitas yang konsisten. Album pertama mereka, “Four Through the Sap,” diluncurkan pada tahun 1993, sementara rilis terakhir mereka yang berjudul “Unscripted Experience” datang pada tahun 2020. Dari sekian banyak lagu yang telah mereka ciptakan, beberapa di antaranya berhasil menjadi hit besar dan disukai oleh jutaan penggemar musik Indonesia.
Lagu-lagu ikonik karya Pas Band seperti “Jengah,” “Permata Yang Hilang,” “Aku,” “Pantai Abiss..,” dan “Malam Tetaplah Malam” menjadi soundtrack hidup bagi banyak generasi penggemar setia mereka. Warisan musik dan kontribusi Pas Band terhadap perkembangan industri musik nasional tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah permusikan Indonesia.
Semoga Trisno dapat dengan cepat pulih dari penyakit yang dialaminya dan kembali memberikan inspirasi melalui musik-musiknya. Dukungan dan doa dari penggemar setia Pas Band tentu menjadi kekuatan besar bagi Trisno dalam melawan penyakit serius ini.