Beritagosip.com – Daerah wisata legendaris Gunung Bromo menghadapi bencana kebakaran hutan yang signifikan dengan perluasan wilayah yang terus berkembang. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengkonfirmasi bahwa api telah merembet dari Blok Bantengan di Kabupaten Lumajang hingga mencapai kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dengan perkiraan luasan mencapai 7,9 hektare.
Aktivitas pemadaman difokuskan pada wilayah Gunung Bromo yang membentang antara Blok Bantengan sampai Pusung Jantur. Penetrasi api mengarah ke wilayah administratif Desa Sariwani yang berada di Kecamatan Sukapura. Medan yang terjal menjadi penghambat utama dalam upaya penanggulangan bencana ini.
Mobilisasi tim pemadaman merupakan respons terkoordinasi melibatkan berbagai institusi. Personel Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan BPBD tingkat Jawa Timur, Perusahaan Hutan Negara (Perhutani), kontingen Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, lembaga penanggulangan bencana daerah, dan ratusan sukarelawan lokal yang berdedikasi.
Tantangan teknis dalam pemadaman mencerminkan kesulitan operasional yang komprehensif. Petugas menggunakan metodologi konvensional seperti teknik gepyok dan peralatan backpack sprayer untuk membombardir api. Akan tetapi, kondisi geografis yang berat dan kecepatan angin yang ekstensif membuat penetrasi api sulit dihentikan. Kobaran api terus menunjukkan tanda-tanda perkembangan ke arah timur.
Perkiraan kerugian terus meningkat karena titik api belum sepenuhnya padam. Petugas memproyeksikan bahwa luasan aktual mungkin meluas melampaui angka awal 7,9 hektare jika titik-titik api sisa tidak berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu dekat. Risiko akan meningkat signifikan apabila pola angin berubah dan mempercepat perambatan api ke wilayah baru.
Strategi containment difokuskan pada penciptaan sekat-sekat api untuk mengganggu perambatan horizontal. Tim gabungan terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan api dan menyiapkan peralatan pencegahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk membatasi ekspansi lebih lanjut.
Pada sore hari Selasa, titik api yang mengarah menuju Kabupaten Probolinggo telah terkontrol sepenuhnya. Meskipun demikian, personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi reignition yang mungkin disebabkan oleh angin kencang yang masih berlangsung di wilayah pegunungan.
Dampak langsung terhadap sektor pariwisata cukup signifikan karena Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberlakukan penutupan akses melalui tiga pintu masuk strategis. Portal Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang ditutup sejak Senin pukul 22.00 WIB. Keputusan ini bertujuan memaksimalkan kapasitas petugas dalam operasi pemadaman sambil menjamin keselamatan pengunjung dari risiko paparan asap dan api.
Sebagai alternatif, Balai Besar menawarkan akses tetap terbuka melalui portal Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Pengunjung dibatasi untuk mengunjungi Lautan Pasir saja, tanpa diperkenankan memasuki zona savana karena tingginya bahaya residual dari kebakaran hutan tersebut.