Beritagosip.com – Belakangan ini, video makanan yang penuh telur lalat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Pemandangan tersebut tentu membuat banyak orang merasa jijik sekaligus khawatir apabila makanan itu sempat dikonsumsi keluarga tercinta.
Kekhawatiran semacam itu bukanlah tanpa dasar yang jelas. Serangga kecil ini merupakan salah satu vektor utama yang kerap membawa berbagai mikroorganisme pemicu penyakit. Ketika hinggap pada makanan, serangga ini tidak hanya berpotensi meninggalkan kuman berbahaya, tetapi juga dapat bertelur tanpa disadari oleh mata manusia.
Telur lalat memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga mudah luput dari perhatian. Apabila makanan yang sudah terkontaminasi telur lalat dikonsumsi, risikonya jauh melampaui gangguan pencernaan biasa, hingga dapat memicu infeksi tertentu yang serius.
Infeksi akibat telur lalat yang masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, meski kasusnya tergolong langka. Salah satu risiko terbesar adalah intestinal myiasis, yaitu keadaan ketika larva lalat berkembang biak di saluran pencernaan manusia. Selain itu, lalat juga dikenal sebagai pembawa utama berbagai bakteri patogen karena sebelumnya dapat hinggap di tempat-tempat kotor seperti tumpukan sampah, bangkai hewan, atau makanan yang telah membusuk.
Oleh sebab itu, menjaga makanan tetap tertutup rapat dan mencegah lalat masuk ke dalam rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kontaminasi makanan keluarga.
Ada banyak metode sederhana yang bisa dilakukan untuk mengusir lalat tanpa harus menggunakan bahan kimia berbahaya. Bahkan, beberapa di antaranya hanya memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tersedia di dapur rumah Anda sendiri.
Perangkap Cuka Apel Terbukti Efektif
Cuka apel memiliki aroma yang sangat menarik perhatian lalat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai perangkap alami yang ampuh. Caranya sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.
Masukkan beberapa sendok makan cuka apel ke dalam mangkuk, lalu tambahkan satu sendok makan gula dan beberapa tetes sabun cuci piring. Gula serta aroma menyedap dari cuka apel akan mengundang lalat mendekat, sedangkan sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cairan sehingga lalat tenggelam dan tidak bisa keluar.
Memanfaatkan Buah Busuk sebagai Perangkap Alami
Buah yang mulai membusuk juga dapat dijadikan perangkap alami yang sangat efisien. Masukkan potongan buah busuk ke dalam toples kaca, lalu tutup menggunakan plastik yang telah diberi beberapa lubang kecil di permukaan.
Lalat akan masuk karena sangat tertarik pada aroma buah busuk, namun akan kesulitan untuk keluar dari wadah tersebut. Setelah banyak lalat terperangkap di dalam toples, segera tutup rapat toples dan buang isinya ke tempat sampah.
Aroma Tanaman Alami Mengusir Lalat
Lalat ternyata tidak menyukai beberapa aroma tanaman tertentu yang dapat dijumpai di sekitar kita. Beberapa di antaranya adalah kemangi wangi, mint segar, lavender ungu, cengkeh penyedap, dan kayu manis.
Anda bisa menanam tanaman-tanaman tersebut di sekitar rumah atau memanfaatkan minyak esensial berkualitas, diffuser aroma, maupun lilin aromaterapi dengan aroma serupa untuk membantu mengusir lalat secara alami.
Lilin sebagai Perangkap Sederhana tapi Efektif
Lilin juga dapat dimanfaatkan sebagai perangkap sederhana yang sangat praktis. Letakkan lilin di atas wadah yang berisi sedikit air, kemudian nyalakan api pada sumbunya. Cahaya lilin akan menarik perhatian lalat dengan kuat.
Saat lalat mendekat, sebagian dari mereka dapat terbakar lalu jatuh ke dalam air sehingga tidak bisa terbang kembali. Namun, metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan jangan meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan untuk menghindari risiko kebakaran yang tidak diinginkan.
Apakah Makanan yang Dihinggapi Lalat Masih Aman Dikonsumsi?
Pertanyaan ini sering muncul ketika lalat sempat hinggap di makanan kesayangan. Mengutip studi dari peneliti biologi Ravindra Palavalli-Nettimi dan Jamie Theobald dari Florida International University, lalat tidak memiliki gigi sehingga tidak bisa mengunyah makanan padat seperti manusia.
Sebagai gantinya, lalat mengeluarkan cairan pencernaan untuk melunakkan makanan sebelum menyedotnya. Bahkan, lalat juga diketahui dapat memuntahkan kembali cairan tersebut sebelum menelannya lagi.
Lalat juga ‘mencicipi’ makanan menggunakan reseptor yang berada di kakinya saat mendarat di suatu permukaan. Yang perlu diwaspadai bukanlah air liur lalat semata, melainkan mikroba patogen yang dibawanya.
Sebelum hinggap di makanan, lalat bisa saja baru saja berada di tempat sampah, kotoran, bangkai hewan, atau makanan busuk yang dipenuhi bakteri berbahaya. Apabila lalat berada di atas makanan dalam waktu cukup lama, peluang perpindahan mikroorganisme ke makanan menjadi sangat besar.
Sebaliknya, apabila lalat hanya hinggap selama beberapa detik saja, risiko perpindahan kuman dinilai lebih rendah sehingga makanan kemungkinan masih layak dikonsumsi. Meski demikian, jika makanan tampak dipenuhi telur lalat atau sudah menunjukkan tanda-tanda kontaminasi nyata, sebaiknya tidak dikonsumsi.