Beritagosip.com – Calon senator Muslim Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Abdul El Sayed, memberikan respons balasan yang sangat tajam terhadap Presiden Donald Trump usai disebut tukang bual.
Sayed menyampaikan komentar keras tersebut saat melakukan wawancara dengan James Matthews di stasiun Sky News pada Jumat (7/10) lalu.
“Setidaknya saya tidak mengeluarkan kepunyaan saya di tengah Ruang Oval,” ungkap Sayed dengan nada yang penuh sindiran, dikutip dari Huffington Post.
Komentar tersebut kemungkinan besar merujuk ke lelucon kontroversial soal Trump yang sempat beredar luas di media sosial. Lelucon tersebut berisi klaim bahwa Trump sering buang air besar sehingga baunya bisa tercium hingga jauh dan membuat orang-orang segera keluar ruangan.
Beberapa analis mengartikan lelucon tersebut merupakan sindiran halus karena Trump kerap mengusir awak media dari Ruang Oval dalam berbagai kesempatan.
Pernyataan Kejam dari Trump kepada Sayed
Respons keras Sayed muncul usai Trump melontarkan kata-kata kasar kepada politikus Demokrat tersebut. Pada momen itu, Trump menyebut Sayed sebagai komunis dan tukang bual yang berbahaya.
“Mereka ingin kembali ke titik terendah. Itulah komunisme. Mereka ingin negara ini menjadi negara komunis,” ujar Trump dengan nada marah.
Trump kemudian melanjutkan hinaan tersebut dengan berkata, “Kami tidak akan membiarkan mereka mewujudkannya sebagai negara komunis. Bahkan untuk sesaat pun tidak kami izinkan.”
Kemenangan Sayed di Pemilihan Pendahuluan Michigan
Hinaan keras Trump kepada Sayed muncul setelah politikus Demokrat tersebut berhasil memenangkan pemilihan umum pendahuluan (primary election) Partai Demokrat di negara bagian Michigan.
Dia berhasil mengalahkan lawannya dari kelompok moderat Haley Stevens dengan selisih suara yang sangat tipis, kurang dari satu persen. Kemenangan tersebut membuat Sayed semakin dipandang sebagai figur penting di Partai Demokrat.
Trump dan politisi Republik lainnya belakangan ini secara konsisten menggunakan julukan komunis untuk menyebut anggota-anggota Partai Demokrat jelang pemilihan sela yang akan datang.