Beritagosip.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan beserta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan kunjungan langsung ke Posko Desa Ronting di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin kemarin untuk meninjau upaya penanganan bencana gempa.
Kunjungan tersebut dilaksanakan untuk memantau jalannya operasi penyelamatan pasca-bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda kepulauan Flores pada Sabtu lalu. Wilayah Manggarai Timur terbukti mengalami dampak paling parah dari bencana tersebut.
Data terakhir dari koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat 187 orang terdampak, dengan 55 orang dinyatakan meninggal dunia dan 132 orang lainnya mengalami luka-luka. Angka-angka tersebut diperbarui hingga pukul 15.00 waktu setempat.
Kepala Basarnas menyampaikan dalam pernyataan resminya bahwa Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu daerah yang paling terpengaruh dampak bencana gempa tersebut. Beliau menekankan komitmen untuk memastikan operasi pencarian dan penyelamatan dilaksanakan dengan upaya maksimal demi memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana.
Selama melakukan inspeksi terhadap lokasi pengungsian, Kabasarnas memberikan penguatan motivasi psikologis sekaligus pedoman keselamatan kepada masyarakat setempat. Dia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa lanjutan dan menghindari struktur bangunan yang berisiko runtuh.
Kabasarnas juga menyoroti pentingnya solidaritas lintas komponen pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana darurat. Dia berkata bahwa sinergi antara aparatur penyelamat, tim profesional, dan komunitas lokal menjadi kunci kesuksesan operasi penanganan bencana.
Selain mengunjungi area pengungsian sementara, Kabasarnas turut menemani Menteri Dalam Negeri berkunjung ke Posko Operasi SAR yang berada di lokasi tersebut. Kabasarnas memastikan publik mengetahui bahwa Basarnas tetap berkomitmen menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan selama 24 jam nonstop di semua wilayah yang terkena dampak bencana.
Pada fase ketiga operasi SAR, Basarnas menggerakkan 119 personel yang didistribusikan ke berbagai kabupaten termasuk 11 orang ke Nagekeo, 5 personel untuk Ende, 12 orang ditempatkan di Manggarai Timur, 21 orang di Sikka, 9 orang di Manggarai Barat ditambah 23 tambahan dari kantor pusat, serta 17 personel di area Reo, Kabupaten Manggarai dengan kapal penyelamat KN SAR 250. Dukungan penerbangan juga dimobilisasi dengan 7 kru helikopter HR 3604.
Keseluruhan operasi penanggulangan bencana ini menggabungkan 711 personel dari berbagai institusi: TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat lokal.
Kantor SAR Maumere bekerja sama dengan komponen penyelamat daerah terus menjalankan misi pencarian, evakuasi, dan pengawasan lapangan dengan dukungan sumber daya yang dikoordinasikan secara terpusat dari komando pusat.