Beritagosip.com – Dua buah waduk buatan terbesar yang terdapat di seluruh wilayah Amerika Serikat kini telah mencapai level ketinggian air terendah sepanjang sejarah pencatatan, sebagai dampak langsung dari krisis kekeringan yang sangat parah dan mengkhawatirkan yang sedang melanda berbagai wilayah di negara tersebut.
Waduk-waduk yang dikenal dengan nama Danau Powell dan Danau Mead menerima pasokan air utama mereka dari Sungai Colorado yang besar. Akan tetapi, sungai besar tersebut juga sedang mengalami krisis kekeringan yang sangat serius akibat dari dampak perubahan iklim global yang semakin intensif.
Kekeringan yang melanda Sungai Colorado berdampak langsung pada tingkat debit aliran air dan ketinggian permukaan air di kedua waduk buatan tersebut. Danau-danau buatan ini memiliki peranan yang sangat krusial dalam menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang melayani kebutuhan jutaan penduduk di kawasan tersebut.
Biro Reklamasi, yang merupakan badan federal Amerika yang bertanggung jawab untuk memantau kondisi Sungai Colorado dan sistem air di kawasan Barat Amerika, telah mencatat data alarmnya. Permukaan air Danau Powell turun hingga mencapai ketinggian 1.072 meter di atas permukaan laut pada hari Jumat tanggal 14 Agustus, menunjukkan penurunan yang lebih ekstrem dibandingkan dengan data yang direkam pada tahun 2023, sesuai informasi yang dikutip dari agensi berita AFP.
Di sisi lain, Danau Mead mengalami penurunan yang lebih dramatis lagi, dengan permukaan air turun hingga mencapai ketinggian 319 meter di atas permukaan laut.
Tujuh negara bagian Amerika yang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap sumber air dari Sungai Colorado telah terlibat dalam perdebatan dan negosiasi yang panjang selama bertahun-tahun tentang bagaimana cara membagi dan mengalokasikan air sungai secara adil. Meskipun demikian, perdebatan tersebut tidak pernah berhasil mencapai sebuah kesepakatan atau konsensus yang memuaskan semua pihak.
Kebuntuan dalam negosiasi pembagian air ini pada akhirnya memaksa pemerintahan Donald Trump untuk mengembangkan dan meluncurkan sebuah rencana baru yang mencakup pembatasan sumber daya air yang sangat signifikan dan radikal guna mengatasi dan merespons krisis kekeringan yang mengancam keberadaan Sungai Colorado.
Rencana baru yang ambisius ini memungkinkan pemerintah federal untuk memberlakukan pembatasan penggunaan air yang akan diterapkan pada tiga negara bagian, yaitu California, Arizona, dan Nevada. Ketiga negara bagian tersebut akan dipaksa untuk mengurangi konsumsi air kolektif mereka hingga mencapai angka 3,7 miliar meter kubik per tahun dengan target pencapaian pada tahun 2036.
Namun demikian, rencana pembatasan air ini tidak berlaku dan tidak mengenai negara bagian Colorado, Utah, Wyoming, dan New Mexico. Ketidakseimbangan dalam distribusi beban pembatasan yang dipersengketakan ini dikhawatirkan dapat memicu pertempuran dan sengketa hukum yang krusial antar negara bagian. Arizona telah mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan sejumlah juta dolar untuk mempersiapkan kemungkinan adanya gugatan hukum di pengadilan.