Beritagosip.com – Banyak individu langsung mengasumsikan terdapat gangguan aliran darah manakala mengalami sensasi kaki dingin, suatu kondisi di mana darah hangat sulit mencapai area kaki dan telapak. Padahal, faktor penyebab kaki dingin jauh lebih beragam dan kompleks dari yang dibayangkan.
Fenomena kaki dingin dapat terjadi akibat rutinitas sehari-hari yang umum, misalnya duduk dalam waktu lama, minimnya gerakan tubuh, atau pola hidup yang cenderung sedentari tanpa aktivitas fisik.
Namun, kebiasaan serta kondisi kesehatan tertentu yang sering terabaikan juga bisa memicu hal ini, mencakup asupan kafein berlebih hingga kekurangan vitamin spesifik. Berikut sejumlah pemicu kaki dingin yang wajib Anda perhatikan.
Mengonsumsi minuman kopi dan produk berkafein lainnya secara berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu utama kaki dingin.
“Penelitian menunjukkan kafein memiliki kemampuan untuk sementara menyempitkan aliran darah ke bagian tubuh ekstrem Anda,” menurut Zachary Cartun, praktisi medis yang juga pendiri Stride Soles, seperti dilansirWoman’s World.
Akibatnya, kaki terasa lebih sejuk dibanding normalnya. Justru sebaliknya, berusaha menghangatkan diri dengan menyeruput kopi panas sering tidak membantu karena pengaruh kafein dapat menghambat proses pemulihan suhu kaki dengan cepat.
Pada sejumlah wanita, berkurangnya kadar estrogen seiring pertambahan usia dapat mempengaruhi sistem pengatur suhu badan.
Saat mekanisme regulasi ini mengalami gangguan, tubuh bisa menunjukkan reaksi tidak seimbang, contohnya berupa sensasi panas mendadak atau kaki yang terasa dingin. Kondisi ini banyak terjadi pada fase menjelang maupun saat menopause dimulai.
Rendahnya kadar vitamin B12 atau elemen besi dalam tubuh juga merupakan pemicu penting kaki dingin yang tidak boleh diabaikan. Kedua zat gizi ini memiliki fungsi vital membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Apabila jumlahnya tidak mencukupi, pengiriman oksigen menuju area kaki akan terganggu. Selain kaki dingin, situasi ini dapat menghasilkan gejala lain seperti kelemahan, warna kulit pucat, dan kelelahan yang mudah timbul.
Kaki terasa sejuk ketika suhu lingkungan sedang rendah merupakan respons normal dari tubuh. Mengutip WebMD, temperatur eksternal yang dingin menyebabkan pembuluh darah di anggota atas bawah menyempit secara otomatis. Ini adalah reaksi alami tubuh untuk mempertahankan kehangatan organ vital dalam rongga tubuh.
Ketika kondisi stres melanda, sistem tubuh mengaktifkan mekanisme ‘fight or flight’ dan mengeluarkan adrenalin dalam jumlah besar. Hormon ini bekerja dengan menyempitkan saluran darah agar energi dialokasikan prioritas ke organ-organ penting. Akibatnya, aliran darah ke kaki menurun, mengakibatkan kaki terasa sejuk, mati rasa, atau tidak nyaman.
Diabetes memiliki kapabilitas menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan kerusakan saraf di berbagai area tubuh. Ketika gula darah sering meningkat terlalu tinggi, distribusi darah menuju kaki akan terganggu. Selain itu, penyakit ini juga dapat menciptakan neuropati perifer sebagai komplikasi.
Kelenjar tiroid yang kurang produktif menghasilkan hormon dalam jumlah lebih sedikit dari kapasitas normal. Konsekuensinya, laju metabolisme melambat dan suhu inti tubuh dapat menurun. Tanda-tanda lainnya mencakup kaki dingin yang beriringan dengan mudah merasa capek, peningkatan berat badan, dan tubuh terasa berat dan lambat.
Sindrom Raynaud terjadi saat pembuluh darah memberikan respons berlebihan menghadapi dingin atau tekanan emosional. Pembuluh di jari-jemari tangan dan kaki menyempit secara drastis, menghalangi aliran darah dengan baik.
Seperti telah disampaikan sebelumnya, penyakit gula darah dapat mengakibatkan neuropati perifer, yaitu kerusakan fungsi saraf pada area kaki yang membuat kaki terasa sejuk.
Saraf yang mengalami kerusakan mengganggu proses komunikasi antara pusat otak dan tubuh, sehingga sistem sensori terhadap suhu menjadi abnormal. Selain dari diabetes, kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi sistemik, kekurangan nutrisi penting, kontak dengan zat berbahaya, atau gangguan fungsi ginjal.
Penyakit ini berkembang manakala substansi lemak menumpuk pada dinding saluran arteri dan menghambat laju aliran darah menuju kaki. Kondisi ini lebih kerap dialami oleh kalangan berusia lebih dari lima puluh tahun, perokok aktif, atau individu dengan riwayat diabetes.
Terdapat banyak kemungkinan pemicu kaki dingin, mulai dari kebiasaan minum kopi secara berlebihan sampai kondisi kesehatan yang lebih kompleks dan serius. Manakala kaki dingin terjadi secara berkelanjutan, disertai rasa nyeri, mati rasa, atau perubahan pigmentasi kulit, segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional.