Beritagosip.com – Komisi XI DPR minta review kebijakan defisit APBN. Batas tiga persen diusulkan untuk dikaji ulang lengkap. Wamenkeu Juda Agung tegaskan konsistensi kebijakan fiskal pemerintah. Pertahanan kredibilitas fiskal menjadi prioritas utama pemerintah.
Batas defisit tiga persen dianggap terlalu ketat beberapa. Momentum ekonomi memerlukan fleksibilitas fiskal lebih besar. Pelonggaran dibutuhkan untuk ekspansi pertumbuhan ekonomi signifikan. Ketua Komisi XI mengusulkan review dalam RDPU formal.
Misbakhun dari Golkar kritisi dogmatisme angka tiga persen. Pandangan yang memujadewakan angka defisit dianggap terbatas. Keluar dari middle income trap butuh ekspansi besar. Pertumbuhan ekonomi memerlukan dukungan dari kebijakan fiskal.
Wamenkeu menepis anggapan perubahan karena tekanan politik. Konsistensi kebijakan difokuskan pada kredibilitas negara. Menjaga kredibilitas fiskal penting untuk investor kepercayaan. Kebijakan tidak berubah hanya karena tekanan sementara.
Perdebatan defisit bukan tentang angka mutlak saja. Dampak kebijakan pada pertumbuhan dan kesejahteraan penting. Fleksibilitas diperlukan dalam situasi ekonomi tertentu khusus. Namun konsistensi juga tidak bisa ditinggalkan begitu.
Pemerintah tetap terbuka untuk dialog dan evaluasi. Kebijakan fiskal akan disesuaikan jika diperlukan tepat. Kepentingan jangka panjang tetap menjadi prioritas utama. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah target akhir semua.