Beritagosip.com – Sekelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim berhasil meretas situs resmi FBI. Data sensitif milik Badan Investigasi Federal Amerika Serikat berhasil dicuri.
Data tersebut memuat informasi rinci mengenai penugasan sensitif kepada sejumlah pegawai FBI. Penugasan mencakup spionase China, intelijen Rusia, kartel narkoba, serta berbagai bidang keamanan lainnya.
Spreadsheet hasil peretas berisi 5.000 baris data yang sangat komprehensif. Informasi mencakup nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, serta kontak darurat yang terikat dengan ribuan pegawai FBI.
Data juga menampilkan penempatan pegawai di kantor-kantor tertentu. Dalam beberapa kasus, informasi ini mengungkap pegawai yang bertugas di unit handling pekerjaan sensitif. Unit itu menangani intelijen, keamanan, dan kontra-spionase.
ShinyHunters mengklaim data yang diretas ini baru sebagian kecil. Kelompok peretas menyebut mereka telah mencuri sekitar 2 hingga 3 terabita data total dari sistem FBI.
FBI telah mengetahui sekelompok kriminal siber yang klaim bobol portal rekrutmen FBIjobs.gov. Biro tersebut akses informasi identitas pribadi pegawainya. FBI belum ketahui penyebab kebocoran data dan sedang selidiki kasus.
Para peretas ShinyHunters mengklaim berhasil curi data pegawai FBI baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak bekerja. ShinyHunters bahkan mengancam sandera data sampai FBI cabut pernyataan yang mereka anggap merugikan pada Mei lalu.
Eric O’Neill selaku mantan petugas kontraintelijen FBI menyebut data yang diduga dicuri sangat berharga. Data itu seperti tambang emas bagi badan intelijen asing.
China akan sangat tertarik mengetahui siapa bekerja melawannya. Badan intelijen negara lain yang menjadi lawan AS juga akan sangat tertarik. Kelompok ekstremis tidak puas di AS pun ingin data itu.
Jika namanya ada di daftar itu, seseorang pasti khawatir dengan keselamatannya. Identitas terbuka bisa membuat pekerja rahasia menjadi target.
Sebelumnya, ShinyHunters katakan berusaha cegah informasi pegawai FBI tersebar luas untuk sementara waktu. Jika 5.000 data sampel itu bocor, itu bukan karena kami, ujar kelompok.
Pada Mei, FBI nyatakan ShinyHunters sering klaim berlebihan soal akses mereka. Peretas mengklaim untuk minta pembayaran dari korban. ShinyHunters bantah dengan nyatakan ancaman mereka benar. Pernyataan FBI itulah yang jadi alasan mereka targetkan FBI.
Sebelumnya, ShinyHunters juga klaim curi jutaan data dari Rockstar Games, pembuat game Grand Theft Auto. Kelompok juga lakukan serangan terhadap Canvas, platform pendidikan yang sebabkan gangguan luas di sekolah AS.
Reuters bandingkan data 22 orang dari spreadsheet dengan sumber lain, termasuk catatan kredit dan data kebocoran terdahulu dari District 4 Labs. Hasilnya, informasi cocok dengan data sumber tersebut.
Reuters belum bisa pastikan apakah seluruh isi spreadsheet benar. Sebagian informasi penugasan tidak berbeda jauh dengan informasi pegawai FBI sampaikan secara terbuka. Contohnya, data sebut agen di Baltimore atau Newark.
Dalam beberapa kasus lain, data sebut unit atau program FBI sensitif atau belum pernah diungkap. Data cantumkan 14 pegawai tangani isu China, termasuk mereka di criminal enterprise unit, tech transfer unit, dan intelligence section China.
Sembilan pegawai lain tercatat tangani pekerjaan Rusia. Dua bekerja di Russia Operations Section. Lainnya tangani Russia Critical Infra and Tech Threat.
Tiga orang tercatat bekerja intelijen fokus Iran atau Hezbollah. Delapan belas pegawai lain sebut tangani teknologi penyadapan data atau telekomunikasi. Mereka tercatat di “clandestine technical operations”, covert access section, serta pekerjaan terkait pengawasan video, audio, dan elektronik.
Sebanyak 11 pegawai FBI lain tercatat bekerja HUMINT (human intelligence) atau intelijen dari manusia.