Beritagosip.com – Jenis drone bunuh diri militer Israel yang menewaskan dua tentaranya di Jalur Gaza utara ternyata punya rekam jejak kegagalan fungsi berulang. Drone tipe Atalef tercatat alami kegagalan peledakan setidaknya dalam tujuh kesempatan terpisah.
Bahkan pada 2025, tiga unit drone sejenis justru meledak saat sedang diperiksa oleh pasukan IDF sendiri.
Menyusul serangkaian insiden berbahaya tersebut, Unit Khusus Yahalom sempat keluarkan panduan keselamatan ketat terkait pengoperasian drone Atalef.
Pasukan di lapangan diperintahkan tegas untuk tidak dekati atau pindahkan drone yang jatuh. Mereka wajib panggil tim penjinak bahan peledak.
Namun tragedi kembali berulang pada Jumat (25/9) lalu. Dua prajurit IDF tewas di tempat ketika drone yang mereka operasikan tiba-tiba mendarat liar dan meledak di dalam pos militer mereka sendiri di Gaza utara.
Menanggapi tragedi tersebut, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir langsung perintahkan pembentukan tim ahli khusus usut tuntas kecelakaan operasional mematikan tersebut.
Tim penyelidik yang dipimpin seorang brigadir jenderal dari angkatan darat dikerahkan untuk evaluasi menyeluruh teknis sistem senjata itu agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Selain picu investigasi internal, IDF secara resmi kandangkan seluruh armada drone tempur mereka selama 48 jam untuk jalani asesmen ulang sistem keselamatan.
Drone bunuh diri jenis Atalef sudah digunakan secara aktif dalam operasi tempur pasukan IDF sejak awal pecah perang di Gaza.