Beritagosip.com – Pendiri Microsoft Bill Gates sebut teknologi kecerdasan buatan dapat bunuh satu miliar manusia jika dibiarkan tanpa kendali. Dia lantas desak regulator di Amerika Serikat untuk buat regulasi yang atur pengembangan teknologi ini.
Gates peringatkan bahwa jika AI digunakan oleh tangan yang salah teknologi tersebut dapat picu rentetan kejadian yang bisa sebabkan satu miliar kematian.
Belum pernah ada senjata yang sekuat gabungan antara orang yang berniat jahat dengan alat AI terbaru. Ujar Gates dalam wawancara bersama NBC dikutip The Guardian Senin (28/9).
Oleh karena itu Gates tegas pemerintah AS perlu turun tangan untuk buat aturan yang atur perkembangan teknologi akal imitasi ini. Menurutnya aturan mandiri yang dibuat oleh perusahaan tidak cukup untuk kendalikan kecerdasan AI.
Anda butuh penegak hukum dan politisi untuk ikut serta dalam diskusi tentang seperti apa bentuk pengamanan dan pengawasan dan itu harus jadi pernyataan wajib kata Gates.
Dia akui bahwa jika pemerintah terapkan aturan keamanan AI perusahaan teknologi memang harus keluarkan biaya ekstra dan administrasi lainnya untuk urus birokrasi maupun standar keamanan. Meski demikian regulasi tersebut tidak akan henti inovasi atau lamban laju perkembangan AI.
Ini mungkin akan sedikit tambah beban biaya operasional bagi industri tapi tidak akan sampai lamban laju pekerjaan mereka secara drastis imbuh Gates.
Lebih lanjut Gates turut tanggapi wacana terkait pembuatan tombol darurat yang disebutnya kill switch untuk matikan AI jika dirasa terlalu berbahaya bagi manusia. Dia nilai langkah ini tidak cukup untuk tangani bahaya yang disebabkannya.
Punya tombol darurat saja tidak cukup. Kita belum sampai di titik di mana AI secara mandiri ambil alih komputer dan tidak bisa dimatikan. Jadi orang-orang yang meributkan soal itu malah tunjukkan betapa tidak paham mereka soal hal-hal teknis jelasnya.
Dalam wawancara tersebut Gates turut ditanya apakah ada hal tertentu yang bikin dia pilih untuk tidak gunakan AI baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Dia akui tidak gunakan AI untuk urusan pribadi.
Menurutnya dia tidak pernah gunakan AI untuk hal-hal semacam itu karena rasa beruntung miliki keluarga dan teman-teman di sekitarnya.
Ya saya tidak gunakannya untuk hubungan pribadi. Saya tidak pernah tanya Hei kamu suka saya Apakah saya orang yang baik jelaskan Gates.
Jadi saya tidak pernah ke arah sana. Saya beruntung dengan keluarga teman dan semuanya. Saya tidak sosialkan dengan AI. AI tahu kalau saya orang yang sangat serius tambahnya.
Wawancara ini terjadi setelah Gates terbitkan esai panjang di akhir Agustus yang bahas bahaya AI berskala besar bagi umat manusia. Beberapa bos perusahaan pengembang AI di AS seperti Sam Altman dan Elon Musk juga sepemikiran dengannya nyatakan agar laju pengembangan AI diperlambat.
Beberapa pakar berteori bahwa AI bisa picu kehancuran massal manusia lewat senjata biologis dan perang nuklir. Senator AS Bernie Sanders bahkan sempat usul undang-undang untuk henti sementara pengembangan AI tingkat lanjut sampai batasan-batasannya disiapkan.
Sementara itu Microsoft turut dikritik karena dianggap punya peran dalam picu ketakutan soal masa depan AI. Karyawan perusahaan dan para aktivis sudah organisir kampanye agar Microsoft putus hubungan dengan militer Israel.
Berdasarkan esai yang terbitkan The Guardian militer Israel bersama pasukan AS gunakan alat AI untuk bunuh masyarakat di Gaza dan Iran.