Beritagosip.com – Penyadapan kedubes AS di Moskow menjadi salah satu kisah mata-mata paling unik era Perang Dingin. Alat penyadap itu tersimpan dalam ukiran kayu yang menjadi hadiah untuk duta besar.
Pada 1945, anggota Organisasi Pionir Seluruh Uni, semacam pramuka Uni Soviet, menghadiahkan replika ukiran kayu lambang negara AS atau Great Seal kepada Dubes W. Averell Harriman. Terkesima oleh ukiran burung elang itu, sang dubes memasangnya di ruang kerja rumah dinas Spaso.
Tanpa ia sadari, benda tersebut memuat mikrofon bernama Chrysostom alias Golden Mouth. Hebatnya, alat ini bertahan selama masa bakti empat duta besar tanpa baterai. Ruang resonansi dengan dinding depan fleksibel mirip diafragma mengubah dimensi saat tersentuh gelombang suara, sementara sinyal radio dari gedung seberang kedutaan mengendalikannya.
Perangkat itu merupakan gagasan penemu Rusia Leon Theremin, yang di AS lebih terkenal lewat alat musik theremin ciptaannya pada 1920-an. Hampir dua dekade kemudian ia mendekam di gulag Siberia, lalu pihak Soviet merekrutnya merancang alat penyadap radio di laboratorium rahasia.
Lewat alat itu, Soviet menyadap seluruh pembicaraan dan rencana di kantor dubes AS sebelum informasinya sampai ke pimpinan di Washington.
Kisah penyadapan kedubes AS ini baru terungkap pada 1952 saat sinyal radio Chrysostom termodulasi. Artinya, selama tujuh tahun seluruh pembicaraan di rumah dan ruang kerja duta besar tersadap.
Inggris pertama kali curiga pada 1951, ketika operator radionya memantau lalu lintas radio angkatan udara Soviet dan mengenali suara atase udara Inggris. Setahun kemudian, seorang Amerika menangkap percakapan bersuara aksen AS yang jelas berasal dari Rumah Spaso.
Penyisiran yang beriringan dengan kedatangan dubes baru George F. Kennan pada Mei 1952 tak menemukan apa pun. Namun pada 12 September 1952, teknisi Joseph “the Rug Merchant” Bezjian dan John Ford mencari lagi sebagai langkah pencegahan.
Atas arahan Bezjian, Kennan mendiktekan pesan di mejanya sementara Bezjian menyisir ruangan dengan penerima radio. Sinyal langsung tertangkap dan tim menemukan ukiran itu tergantung di dinding. Malam itu Bezjian tidur dengan alat di bawah bantalnya, lalu mengirimnya ke Washington keesokan hari.