Beritagosip.com – Ketegangan di front Timur Eropa kembali memanas. Rusia melancarkan serangan balasan ke Ukraina menggunakan drone dan rudal pada Kamis malam. Serangan ini menyebabkan sedikitnya lima orang tewas, termasuk satu keluarga pemadam kebakaran di wilayah Chernihiv.
Balasan ini dilakukan setelah Ukraina menyerang lima pangkalan udara Rusia pada Minggu. Kyiv mengklaim bahwa serangan tersebut merusak dan menghancurkan 41 pesawat, termasuk pesawat pengebom strategis.
Salah satu sasaran utama Rusia dalam serangan balasan ini adalah kota Pryluky di Oblast Chernihiv. Serangan tersebut menewaskan lima orang, termasuk istri, anak perempuan, dan cucu dari seorang petugas pemadam kebakaran. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, serta Presiden Volodymyr Zelensky.
“Penyelamat dan petugas pemadam kebakaran berada di lokasi saat serangan terjadi,” ungkap Klymenko melalui Telegram. “Keluarga korban tewas di tempat. Istri, anak perempuan yang bertugas sebagai polisi, dan cucu mereka yang baru berusia satu tahun.”
Presiden Zelensky menyatakan bahwa sejak invasi penuh Rusia dimulai, 632 anak telah tewas. Ia menyebut serangan kali ini sebagai salah satu operasi udara terbesar, melibatkan 103 unit drone dan rudal balistik yang menyasar berbagai wilayah seperti Donetsk, Odesa, Kharkiv, Dnipropetrovsk, Sumy, dan Kherson.
“Ini adalah serangan teroris besar-besaran. Teroris Rusia membunuh rakyat kami setiap malam,” tulis Zelensky dalam pernyataannya, seperti dikutip Associated Press pada Jumat (6/6/2025).
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberi peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump dalam panggilan telepon pada Rabu lalu. Ia menyatakan bahwa Rusia harus merespons serangan drone Ukraina terhadap pangkalan udaranya.
Pejabat Kremlin, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa Trump telah meyakinkan Putin bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui sebelumnya rencana serangan Ukraina tersebut. Keduanya sepakat menjaga komunikasi terbuka. Meskipun Trump menyebut percakapan itu “positif”, ia menegaskan tidak akan segera membawa hasil perdamaian.
Sementara itu, otoritas Ukraina menilai Rusia sedang memainkan strategi diplomasi untuk menunda kecaman global. Analis meyakini bahwa rentetan serangan rudal ini adalah awal dari balasan yang telah dijanjikan Putin pasca serangan drone Kyiv.
Di Kharkiv, drone dan rudal Rusia menghantam kawasan permukiman di distrik Slobidskyi. Sedikitnya 19 warga terluka, termasuk empat anak dan seorang wanita lansia berusia 93 tahun. Pejabat setempat melaporkan kerusakan serius pada tujuh gedung apartemen dan sejumlah kendaraan.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengungkap bahwa salah satu drone menghantam lantai 17 gedung bertingkat tinggi, sedangkan drone lainnya meledak di lantai dasar bangunan terdekat, merusak infrastruktur sekitarnya. Sebuah rudal Kh-35 juga menghantam area sipil di kota itu, meski tanpa korban luka.
Klymenko menegaskan bahwa Rusia secara sengaja menargetkan warga sipil dan menyebut aksi ini sebagai kejahatan perang.
“Setiap nyawa yang hilang akan dimintai pertanggungjawaban. Di medan perang, di pengadilan internasional, dan dalam sejarah,” tegasnya.