Beritagosip.com – Warga makin dibuat geram. Beras berlabel premium yang dijual mahal di pasaran ternyata berisi campuran beras kualitas rendah, bahkan dalam beberapa kasus beratnya dikurangi dari yang tertera di kemasan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa praktik oplosan ini tak hanya terjadi di pasar tradisional, tapi juga merambah supermarket dan minimarket. Pelaku usaha memanfaatkan kemasan dan label premium untuk menjual beras murah dengan harga tinggi.
“Kami temukan 212 merek beras tidak memenuhi standar mutu,” ungkapnya.
Dari hasil temuan Kementan dan Satgas Pangan Polri, pelanggaran meliputi berat kemasan yang tidak sesuai, komposisi beras yang dicampur, hingga label mutu yang menyesatkan.
Beberapa merek mengklaim kemasan 5 kg, namun isinya hanya 4,5 kg. Bahkan, yang disebut “beras premium” nyatanya hanyalah beras biasa yang dibungkus mewah.
Potensi Kerugian Triliunan Rupiah
Kementan memperkirakan bahwa kerugian konsumen akibat praktik ini bisa mencapai Rp99 triliun dalam setahun. Bila kecurangan ini telah berjalan selama 5-10 tahun, maka total kerugian bisa jauh lebih besar.
Sementara itu, kerugian negara tengah dihitung oleh lembaga terkait seperti BPK dan BPKP, karena dampaknya bukan hanya ke konsumen tapi juga ke ekonomi nasional.
Suara Warga: “Kami Merasa Ditipu!”
Kekecewaan masyarakat mencuat. Desi (34), warga Jakarta Timur, merasa sangat dirugikan.
“Saya beli beras premium tiap minggu buat keluarga. Ternyata bisa jadi isinya oplosan, beratnya pun kurang. Ini menyakitkan,” kata Desi.
Senada, Aminah (58), seorang pedagang nasi di Bogor, mengaku dirugikan secara langsung karena modal usahanya terganggu.
“Beras buat saya bukan cuma makanan, tapi barang dagangan. Kalau berat kurang dan kualitas buruk, saya rugi dobel,” tegas Aminah.
Sementara itu, Tini (30) tak menyangka beras pun bisa dioplos seperti bensin.
“Saya kira cuma bensin yang dioplos, ternyata beras juga. Padahal dijual di minimarket segala. Gila!” ujarnya kecewa.