Beritagosip.com – Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro resmi diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik oleh Mahkamah Agung sembari menanti keputusan akhir dari persidangan atas tuduhan merencanakan kudeta. Perintah itu diumumkan pada Jumat (18/7) oleh Hakim Alexandre de Moraes yang selama ini dikenal sebagai lawan keras Bolsonaro.
Hakim Moraes menyatakan bahwa Bolsonaro dan putranya, Eduardo, memicu tindakan permusuhan terhadap negara dan demokrasi. Tuduhan utama terhadap Bolsonaro adalah upayanya untuk membatalkan hasil Pemilu 2022 demi tetap berkuasa, setelah kalah dari kandidat kiri, Luiz Inácio Lula da Silva yang kini menjabat sebagai Presiden Brasil.
Bolsonaro: “Ini Penghinaan Berat!”
Dalam respons tajam, Bolsonaro mengecam keputusan tersebut dan menyebut kewajiban memakai alat pemantau sebagai bentuk “penghinaan berat.” Ia bersikeras tak bersalah dan menyatakan kasus ini bermuatan politis.
Tuduhan: Upaya Kudeta Bersenjata
Pada Selasa (15/7), jaksa menyatakan bahwa Bolsonaro bersama tujuh orang lainnya—mayoritas mantan militer—bersalah atas partisipasi dalam “asosiasi kriminal bersenjata”. Mereka disebut berusaha menggulingkan tatanan demokrasi secara paksa.
Sebuah panel beranggotakan lima hakim kini tengah bersiap memberikan putusan yang bisa mengubah hidup Bolsonaro. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara hingga 40 tahun.
Trump Ikut Campur: “Hentikan Perburuan Penyihir!”
Mantan Presiden AS Donald Trump mengecam keras proses persidangan terhadap Bolsonaro. Ia menuding Mahkamah Agung Brasil melakukan “perburuan penyihir.” Dalam surat terbuka bertanggal Kamis (17/7), Trump menyebut Bolsonaro sebagai pemimpin yang “sangat dihormati” dan menuntut agar persidangan dihentikan segera.
Tak hanya lewat kata-kata, Trump juga mengancam mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap impor dari Brasil ke AS, mulai 1 Agustus. Langkah ini disertai penyelidikan terhadap dugaan praktik perdagangan tidak adil oleh Brasil.
Berbeda dari kebijakan tarif sebelumnya yang sering dilakukan diam-diam, ancaman terhadap Brasil diumumkan secara terbuka, menandakan tekanan politik yang terang-terangan.
Lula: “Ini Pemerasan!”
Presiden Brasil saat ini, Luiz Inácio Lula da Silva, mengecam keras ancaman Trump. Ia menyebutnya sebagai “pemerasan yang tidak dapat diterima.” Lula juga memperingatkan bahwa Brasil akan membalas jika tarif tersebut benar-benar diberlakukan.
“Brasil hanya punya satu pemilik: rakyat Brasil,” tegas Lula pada Kamis (17/7), menegaskan kedaulatan negaranya di tengah tekanan eksternal.