Beritagosip.com – Sebagai motor prototipe berteknologi tinggi, sepeda motor MotoGP memerlukan bensin berkualitas yang tidak sembarangan. RON bensin MotoGP menjadi elemen vital dalam menunjang performa mesin. Lantas, berapa sebenarnya nilai oktan atau RON yang digunakan dalam bahan bakar motor MotoGP?
Bensin untuk motor MotoGP tidak sama seperti bahan bakar yang tersedia di SPBU umum. Bahan bakar ini dikembangkan secara khusus untuk setiap tim pabrikan. Bahkan, bensin motor MotoGP telah dirancang agar sesuai dengan regulasi teknis yang ditetapkan oleh FIM dan Dorna.
Hingga musim balap MotoGP 2025, masing-masing pabrikan telah bekerja sama dengan perusahaan pemasok bahan bakar besar. KTM menggunakan ExxonMobil, Ducati bermitra dengan Shell, Yamaha menggandeng TotalEnergies, sementara Honda dan Aprilia bekerja sama dengan BP. Untuk kelas Moto2 dan Moto3, suplai bahan bakar disediakan oleh Petronas.
Peraturan MotoGP memperbolehkan penggunaan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) maksimal 102. Semua motor di kelas MotoGP wajib menggunakan bensin tanpa timbal. Artinya, standar bahan bakar MotoGP ini jauh lebih tinggi dibanding bensin yang dijual umum di pasaran, seperti RON 92 atau RON 95.
Nilai oktan tinggi seperti RON 102 memungkinkan terjadinya pembakaran yang lebih efisien di dalam ruang mesin. Ini berdampak langsung pada peningkatan tenaga mesin, sekaligus membantu mengurangi keausan komponen akibat panas dan tekanan tinggi.
Selain RON, bahan bakar motor MotoGP juga harus memenuhi sejumlah parameter teknis lain. Beberapa aspek yang diukur meliputi kadar oksigen, benzena, tekanan uap, densitas pada suhu 15ÂșC, distilasi pada berbagai suhu, hingga sisa residu pembakaran.
Bahan bakar diuji secara reguler dan acak di setiap Grand Prix MotoGP. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan bakar yang digunakan benar-benar sesuai dengan ketentuan teknis dan tidak mengandung zat yang dilarang. Ini penting dalam menjaga keadilan dan keselamatan dalam balapan.
Kapasitas bahan bakar juga telah diatur secara ketat. Untuk balapan penuh Grand Prix, batas maksimal tangki adalah 22 liter. Sedangkan untuk Sprint Race yang lebih pendek, motor hanya diperbolehkan membawa maksimal 12 liter bahan bakar.
Dengan kombinasi mesin prototipe, teknologi injeksi mutakhir, dan bahan bakar beroktan tinggi, motor MotoGP mampu mencapai performa luar biasa di lintasan. Kualitas bahan bakar menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga efisiensi mekanis, daya tahan mesin, serta konsistensi performa sepanjang musim.
Jadi, tak heran jika RON bensin MotoGP menjadi topik penting di balik layar setiap tim balap. Standar bahan bakar MotoGP bukan hanya soal angka, tapi tentang presisi, konsistensi, dan performa maksimal yang dihasilkan di setiap tikungan dan trek lurus sirkuit dunia.