Beritagosip.com – Iran membantah tuduhan Israel yang menyatakan pasukannya dengan sengaja menyerang Rumah Sakit Soroka di selatan wilayah Israel dalam gelombang serangan rudal Kamis (19/6) pagi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan serangan mereka menyasar markas intelijen militer dan target vital lainnya, bukan fasilitas medis.
“Angkatan Bersenjata kami yang kuat secara akurat melenyapkan Markas Komando, Kendali, dan Intelijen Militer Israel,” tulis Araghchi di akun X-nya.
Menurutnya, kerusakan di RS Soroka hanya dampak sampingan dari ledakan di target militer sekitar yang sudah sebagian besar dievakuasi sebelumnya.
“Fasilitas itu digunakan untuk merawat tentara Israel yang terlibat dalam genosida di Gaza,” tambahnya.
Iran: Kami Bukan Israel
Dalam pernyataannya, Araghchi menyerang balik Israel, menyebut negeri Zionis-lah yang selama ini menargetkan rumah sakit dan warga sipil, termasuk menghancurkan lebih dari 90% fasilitas medis Palestina di Gaza.
Iran mengklaim telah meluncurkan 20–30 rudal ke arah kota-kota Israel termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, Holon, dan Beersheba, di mana RS Soroka berada.
Media pemerintah Iran, IRNA, menyebut rudal-rudal itu menargetkan markas intelijen yang berdekatan dengan RS Soroka. Iran juga menyebut telah memperingatkan warga Israel untuk menjauh dari fasilitas militer dan intelijen sebelum serangan dilakukan.
“Rezim Israel, bukan Iran, yang memulai pertumpahan darah ini. Para penjahat perang itu yang menargetkan warga sipil, bukan kami,” tegas Araghchi.
Korban Kedua Pihak Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan lebih dari 270 warga terluka, sementara serangan balasan Iran telah menyebabkan 24 kematian di pihak Israel sejak Jumat lalu.
Sebaliknya, media Iran melaporkan 585 korban jiwa dan lebih dari 1.300 orang terluka akibat hujanan bom Israel ke sejumlah lokasi penting, termasuk fasilitas nuklir dan markas militer.
“Kami akan terus menghantam para penjahat yang menargetkan rakyat kami sampai mereka membayar atas agresi mereka,” tutup Araghchi.