Beritagosip.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang menyelidiki dugaan korupsi kuota haji 2024 yang diduga terjadi pada masa kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut.
Penyelidikan ini diawali laporan dari Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK) dan telah memasuki tahap pemanggilan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
“Ya benar (penyelidikan dugaan korupsi kuota haji di Kemenag),” ujar Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Kamis (19/6/2025).
Pansus DPR Bongkar Kejanggalan
Sebelumnya, Pansus Haji DPR telah menyuarakan sejumlah kejanggalan penyelenggaraan haji 2024, terutama pengalihan kuota reguler ke kuota khusus yang disebut tak transparan dan berpotensi menguntungkan pihak tertentu.
Abdul Muhaimin Iskandar, selaku Wakil Ketua DPR saat itu, menjadi tokoh kunci pendorong pembentukan pansus. Salah satu temuan menyebut ada 3.503 jemaah haji khusus yang langsung berangkat pada 2024 tanpa antre, sementara 167.000 calon jemaah reguler masih menunggu hingga 2031.
“Kita mendapatkan informasi potensi korupsi dalam pengalihan kuota 10.000. Seharusnya hanya 8 persen atau sekitar 1.600,” ungkap Luluk Nur Hamidah, anggota Pansus.
Dugaan penyelewengan itu mencuat lewat modus gratifikasi berupa pembayaran agar jemaah dapat kuota khusus lebih cepat.
Dugaan Keterlibatan Pimpinan Kemenag
Anggota DPR Marwan Jafar bahkan menduga adanya keterlibatan pimpinan Kemenag hingga menteri dalam kasus ini.
“Kalau di atasnya direktur, lalu dirjen, di atasnya lagi ya menteri,” ucap Marwan usai melakukan sidak ke sistem Siskohat Kemenag, Rabu (4/9/2024).
Gus Yaqut Tak Hadir di Pansus
Menariknya, Gus Yaqut beberapa kali mangkir dari panggilan Pansus Haji DPR, dengan alasan menghadiri berbagai agenda luar negeri. Salah satunya adalah Pertemuan Perdamaian Ke-38 di Paris, dan penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) JPH dengan Halal Italia.
Meski begitu, Gus Yaqut pernah menantang DPR untuk membuktikan tuduhan gratifikasi tersebut.
“Kalau pansus menemukan, silakan dibuka. Saya persilakan semua,” kata Gus Yaqut kepada wartawan (11/9/2024).
Namun, dia menolak memberi komentar lebih jauh, menyerahkan sepenuhnya kepada hasil kerja pansus.