Beritagosip.com – Bandara Kertajati yang dibangun dengan anggaran Rp 2,6 triliun kini menjadi contoh nyata proyek infrastruktur yang belum sesuai ekspektasi. Meski sempat digadang-gadang bakal menjadi bandara masa depan, kondisinya masih sepi penumpang dan terus merugi.
Menurut data, kerugian PT BIJB, selaku pengelola Bandara Kertajati, mencapai Rp 60 miliar dalam setahun terakhir. Pemasukan dari tiket dan operasional bandara tak cukup untuk menutupi biaya perawatan dan operasional rutin.
Pakar transportasi Djoko Setijowarno menyebut, warga Bandung masih lebih memilih terbang melalui Jakarta, meski Bandara Husein Sastranegara telah ditutup. Akses yang lebih mudah menuju Bandara Halim dan Soetta, lewat tol dan kereta cepat, menjadi faktor penentu.
Sementara itu, penumpang dari wilayah timur Jawa Barat seperti Cirebon, Brebes, dan Indramayu belum mampu menopang operasional bandara. “Penumpangnya ya dari hinterland seperti Majalengka dan sekitarnya, bukan dari kota besar,” jelas Djoko.
Padahal, saat peresmian, Presiden Joko Widodo optimis Bandara Kertajati akan ramai usai Tol Cisumdawu rampung. Namun kenyataan menunjukkan, target 12 juta penumpang per tahun masih sangat jauh.
Data tahun 2024 mencatat hanya 413.240 penumpang menggunakan Bandara Kertajati, atau sekitar 3% dari target. Bahkan pada 2023, angkanya lebih kecil lagi: 135.535 penumpang.
Sebagai informasi, Bandara Kertajati memiliki luas 1.800 hektare, menjadikannya bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soetta. Namun sayangnya, kemegahan itu belum berbanding lurus dengan efektivitas dan pemanfaatannya.