Beritagosip.com – Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra resmi dibekukan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand, Selasa (1/7/2025). Langkah ini diambil menyusul skandal bocornya percakapan telepon antara dirinya dan mantan PM Kamboja Hun Sen.
Dalam keputusan yang mengejutkan, MK menyatakan,
“Mahkamah Konstitusi dengan mayoritas 7-2 menangguhkan yang bersangkutan dari tugas Perdana Menteri mulai 1 Juli sampai Mahkamah Konstitusi membuat putusan.”
Ucapan Paetongtarn Dinilai Merendahkan Militer
Kontroversi bermula dari percakapan telepon yang bocor ke publik, di mana Paetongtarn terdengar menyebut komandan militer Thailand sebagai lawan dan menyapa Hun Sen sebagai “paman”—hal yang dianggap merendahkan institusi militer, yang memiliki pengaruh besar dalam politik Thailand.
Rekaman tersebut memicu gelombang kemarahan publik, demonstrasi berhari-hari, dan keretakan politik.
Koalisi Patah, Tuntutan Meningkat
Partai konservatif Bhumjaithai, mitra koalisi terbesar kedua partai Pheu Thai yang dipimpin Paetongtarn, resmi keluar dari koalisi minggu lalu.
Tak berhenti di situ, sekelompok senator konservatif kemudian mengajukan gugatan ke MK atas dugaan pelanggaran etika oleh Paetongtarn.
Respon Paetongtarn: Saya Terima Putusan Ini
Paetongtarn, putri mantan PM kontroversial Thaksin Shinawatra, menanggapi keputusan MK dengan lapang dada.
“Putusan telah keluar dan saya menerima keputusan MK,” ujarnya di Gedung Pemerintah Bangkok.
“Saya ingin menegaskan kembali bahwa selalu menjadi niat saya untuk melakukan hal terbaik untuk negara saya.”