Beritagosip.com – Presiden RI ke-7, Joko Widodo, menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah partai milik keluarga maupun elit tertentu. Hal itu disampaikan dalam pidatonya saat membuka Kongres Perdana PSI di Solo, Sabtu (19/7/2025).
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan makna dari istilah “partai super tbk” yang selama ini ia gaungkan. Menurutnya, frasa tersebut mencerminkan model partai terbuka di mana semua anggota memiliki hak dan andil yang setara dalam pengambilan keputusan.
“Tidak ada kepemilikan elit, tidak ada kepemilikan keluarga,” tegas Jokowi di hadapan ribuan kader PSI.
E-Voting untuk Transparansi Penuh
Jokowi menyebut bahwa PSI telah mulai menerapkan prinsip partai terbuka dengan penggunaan e-voting dalam pemilihan Ketua Umum. Sistem ini memungkinkan seluruh anggota PSI memberikan suara secara langsung tanpa intervensi.
Ia yakin, pemanfaatan teknologi seperti ini mampu memperkuat keterlibatan anggota dan menumbuhkan loyalitas.
“Karena suaranya dihargai, partisipasinya dihargai,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai proses politik akan menjadi lebih transparan dan bebas dari praktik di balik layar, bila seluruh keputusan diambil lewat pelibatan kader.
“Semuanya open, semuanya terbuka, semuanya transparan.”
Kaesang Terpilih Jadi Ketua Umum PSI
Pada Kongres ini, PSI mengumumkan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum baru setelah unggul dalam Pemilu Raya PSI lewat sistem e-voting. Putra bungsu Jokowi itu berhasil meraih 65,28 persen suara, mengalahkan dua pesaingnya:
- Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron): 22,23 persen
- Agus Mulyono Herlambang: 12,49 persen
Pemilihan berlangsung dari 12–18 Juli, dan ditutup resmi pada Jumat (18/7) pukul 23.59 WIB. Semua kader terdaftar diberi hak suara dalam pemungutan tersebut.