Beritagosip.com – Digitalisasi pendidikan di Indonesia terus berkembang, salah satunya melalui pemanfaatan perangkat Chromebook. Di SMP Negeri 4 Jombang, Jawa Timur, program ini telah berjalan lebih dari satu tahun, dengan empat kelas yang telah menggunakan Chromebook dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Setiap kelas terdiri dari 32 siswa, dan mereka mengaku terbantu dengan adanya perangkat tersebut. “Aksesnya lebih mudah, mengerjakan tugas juga jadi lebih praktis. Kirim dokumen pun lebih efisien,” kata Melvia Ayu Salbia, salah satu siswi pengguna Chromebook.
Hal senada disampaikan guru. Dwi Fathurohman, pengajar di sekolah tersebut, mengatakan bahwa sistem Chromebook cukup ringan dan efisien. “Sumber belajar mudah diakses tanpa perlu data besar. Setiap siswa juga punya akun penyimpanan pribadi,” ujarnya.
Namun, tantangan tetap ada. Keterbatasan jaringan internet menjadi salah satu kendala, karena Chromebook mengandalkan koneksi online. Untuk mengantisipasi hal itu, Kepala Sekolah Agus Tri Prastyo memastikan jaringan di sekolah stabil dengan kapasitas hingga 3.000 Mbps. “InsyaAllah lancar. Hingga kini belum ada kendala serius,” ungkapnya.
Perawatan perangkat juga disiapkan pihak sekolah. Jika ada kerusakan ringan, bisa ditangani secara internal. Namun untuk kerusakan besar seperti baterai, dana BOS digunakan sesuai aturan karena perangkat merupakan milik negara.
Sementara itu, pengadaan Chromebook secara nasional kini tengah disorot. Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyelidiki proyek ini, termasuk memeriksa pejabat Google Indonesia yang pernah bertemu Nadiem Makarim saat menjabat Menteri Pendidikan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap Putri Ratu Alam (PRA), Director of Government Affairs and Public Policy Google Indonesia. Salah satu fokus penyidikan adalah potensi konflik kepentingan menyangkut investasi Google di Gojek, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem.
“Pemeriksaan hari ini terkait dugaan keterkaitan dengan investasi tersebut. Sejauh mana relasi itu berdampak pada proses pengadaan, masih didalami,” ujar Anang.