Beritagosip.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyoroti tantangan besar dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai kota. Menurutnya, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga sejak dari rumah, terutama dalam memilah sampah.
“PLTSa itu enggak gampang. Karena harus dikerjakan dari hulu sampai hilir,” kata Gibran saat berbicara di acara Green Impact Festival di Djakarta Theater, Kamis (24/7/2025).
Ia menegaskan, sistem PLTSa mengharuskan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Plastik dan sampah organik tak bisa dicampur begitu saja. “Ketika PLTSa-nya sudah berdiri, dari rumah itu harus sudah memilah. Dan itu enggak gampang,” ujar Gibran.
Gibran lalu menceritakan pengalamannya saat menjabat Wali Kota Solo, di mana ia mencoba sistem PLTSa di beberapa kecamatan. Respons warga ternyata tidak sepenuhnya positif.
“Waktu saya wali kota, kita coba di tiga kecamatan. Banyak yang protes, ribet katanya. Sudah bayar retribusi, masih disuruh memilah,” ungkap putra Presiden Joko Widodo ini.
Karena itu, ia mengajak anak muda untuk terlibat aktif dalam edukasi lingkungan, dimulai dari rumah sendiri. “Anak-anak muda justru yang kasih tahu orang tuanya. Pisahkan sampah, agar PLTSa bisa efisien,” pesannya.
Hanya Dua Kota yang Berjalan
Meski sudah ditetapkan dalam Perpres No. 35 Tahun 2018, proyek PLTSa di 12 kota masih minim progres. Kota-kota tersebut mencakup Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Solo, hingga Manado.
Namun, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut baru dua kota yang berhasil menjalankan proyek ini: Surabaya (Benowo) dan Solo.
“Tempat lain masih banyak tantangan,” kata AHY usai Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Untuk itu, Presiden menugaskan AHY membentuk Satgas Percepatan Penanganan dan Pengelolaan Sampah Nasional, yang akan mengevaluasi hambatan di tiap kota dan mencari solusi konkret.
“Kita ingin tahu apa saja yang perlu segera ditangani,” tutup AHY.