Beritagosip.com – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali jadi sorotan setelah mencuat wacana moratorium dari parlemen. Di tengah wacana tersebut, proyek ini tercatat telah menyerap dana sebesar Rp151,08 triliun hingga pertengahan 2025.
Pembangunan IKN pertama kali dimulai di era Presiden Joko Widodo, dengan total kebutuhan anggaran hingga 2045 diperkirakan mencapai Rp460 triliun. Jokowi menargetkan 80 persen pendanaan berasal dari swasta dan sisanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saat masa jabatannya usai, pembangunan tahap pertama rampung dengan pengeluaran sebesar Rp147,41 triliun. Dari jumlah itu, Rp89 triliun berasal dari APBN dan Rp58,41 triliun dari investasi swasta.
Kepala Otorita IKN yang kini dijabat Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan akan terus berlanjut di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pemerintah sudah menyusun rencana pembangunan dan anggaran hingga 2029.
“Kebutuhan anggaran Otorita IKN dari APBN tahun 2025–2028 telah disetujui Presiden sebesar Rp48,8 triliun,” ujar Basuki di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/2).
Selain itu, investasi senilai Rp3,65 triliun masuk ke IKN pada Mei lalu dari lima perusahaan: PT Solusi Harapan Nusantara, PT Makmur Berkah Hotel (MBH), PT Australia Independent School (IAS) Nusantara, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Kreasibeton Nusapersada.
Namun, pembangunan IKN kini berada di bawah bayang-bayang usulan moratorium. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyampaikan bahwa Partai Nasdem mengusulkan jeda sementara pembangunan IKN.
“Soal apakah perlu dimoratorium atau tidak, kami akan melakukan kajian lebih dalam,” ujar Bahtra di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/7).
Bahtra menegaskan bahwa usulan ini akan dikaji secara komprehensif, sembari melihat urgensi dan dampak jangka panjang dari kelanjutan proyek tersebut.