Beritagosip.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung angkat suara usai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap fakta mengejutkan: lebih dari 15 ribu penerima bantuan sosial (bansos) di Jakarta ternyata aktif bermain judi online (judol).
“Kalau saya, sebenarnya untuk urusan judol ini kita keras saja. Tutup saja semuanya,” tegas Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (27/7/2025).
Pramono menyebut, temuan ini tak bisa dianggap enteng. Ia bahkan sudah memerintahkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta untuk menyelidiki lebih dalam dan mendesak agar aplikasi terkait segera dimusnahkan.
Transaksi Fantastis dari Penerima Bansos
Data dari PPATK menyebutkan, sebanyak 15.033 penerima bansos di Jakarta telah melakukan 397.000 kali transaksi sepanjang 2024. Nilai deposit dari aktivitas mereka menyentuh angka fantastis: Rp 67 miliar.
Temuan ini menggemparkan, sebab seharusnya dana bantuan digunakan untuk kebutuhan pokok, bukan untuk judi. Fakta ini memperkuat urgensi penanganan serius dari pemerintah daerah.
Jakarta Puncaki Jumlah Pemain Judol Nasional
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa Jakarta menempati posisi teratas dalam sebaran aktivitas judi online di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, total transaksi judi online di Jakarta mencapai 17,5 juta kali, dengan nilai keseluruhan Rp 3,12 triliun.
“Di Jakarta saja, 600.000 lebih pemain judi online. Untuk deposit saja, jumlahnya lebih dari Rp 3 triliun,” jelas Ivan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI Jakarta dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Rabu (23/7/2025).
Pemprov Jakarta Siap Ambil Tindakan Tegas
Pramono menegaskan bahwa pihaknya tak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Evaluasi dan tindakan pemutusan akses akan menjadi langkah awal.
“Kami akan bersihkan satu per satu. Tidak boleh ada toleransi terhadap aktivitas ilegal seperti ini, apalagi dilakukan oleh penerima bansos,” pungkasnya.