Beritagosip.com – Dalam gelap, cahaya sekecil apapun akan terlihat. Itulah yang tergambar saat Alwi Farhan menjuarai Macau Open 2025, membawa secercah harapan di tengah merosotnya prestasi bulu tangkis Indonesia.
Macau Open 2025 adalah turnamen level Super 300, satu level di bawah Super 500, Super 750, dan Super 1000. Di tengah kegemilangan pemain-pemain elite Tanah Air dalam turnamen besar, kemenangan di level Super 300 acap kali luput dari sorotan. Namun berbeda dengan tahun ini. Dalam konteks prestasi Indonesia yang sedang menurun tajam, gelar dari Alwi Farhan layak dirayakan.
Hingga pertengahan tahun 2025, Tim Badminton Indonesia hanya mampu meraih dua gelar Super 300. Kemenangan diraih oleh Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva di Thailand Masters serta Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu di Taiwan Open. Minimnya raihan gelar memperkuat kesan bahwa tahun ini bukanlah tahun yang membanggakan.
Maka kemenangan Alwi Farhan terasa spesial. Dalam lima laga yang dijalaninya, ia hanya kehilangan satu gim, yaitu saat melawan rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah. Sisanya, termasuk Lakhsya Sen di semifinal, diselesaikan dalam dua gim langsung. Bahkan di final, Alwi menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan meski arena sempat bocor.
Lapangan berubah jadi panggung pertunjukan Alwi Farhan. Ia melempar kostum, menari pacu jalur, hingga sujud syukur saat laga usai. Kemenangan ini adalah simbol semangat dan konsistensi seorang Alwi Farhan, yang sukses menjaga fokus meski menghadapi berbagai gangguan teknis.
Minggu, 3 Agustus 2025 tercatat sebagai momen penting bukan hanya bagi Alwi, tapi juga Tim Badminton Indonesia. Sebagai juara dunia junior 2023, ia telah menapaki jalur senior dengan status yang patut diperhitungkan. Nama-nama besar seperti Chen Long, Viktor Axelsen, dan Kento Momota juga memulai dari gelar junior sebelum berjaya di senior.
Meski demikian, tidak sedikit pula juara junior yang tenggelam di level senior. Maka perjalanan Alwi akan terus dipantau. Dalam generasinya, ia adalah ikon yang menjanjikan. Jika dibandingkan dengan rival seperti Alex Lanier, yang kini sudah menembus 10 besar dunia, Alwi memang tertinggal, namun progresnya menunjukkan arah yang positif.
Kini, ia adalah pemain tunggal putra terbaik di Pelatnas Cipayung, menyusul menurunnya performa Anthony Ginting karena cedera dan keputusan Jonatan Christie untuk mandiri. Status ini tentu membawa tekanan besar, karena ekspektasi akan terus meningkat.