Beritagosip.com – Eks anggota TNI Angkatan Laut, Satria Kumbara luka parah setelah diduga terkena serangan drone dan mortir pasukan Ukraina.
Mantan prajurit TNI AD, Ruslan Buton, mengungkapkan melalui media sosial bahwa Satria terkena serangan drone kamikaze serta tembakan mortir bertubi-tubi.
“Saat ini yang bersangkutan sedang dievakuasi karena mendapat serangan drone Ukraina dengan tembakan mortir bertubi-tubi sehingga Satria Arta Kumbara mengalami cedera dan kepalanya penuh luka,” ucap Ruslan dalam unggahan TikTok.
Ruslan menambahkan, Satria kini tak bisa dihubungi setelah sebelumnya sempat menyampaikan kondisinya. Ia meminta doa agar Satria bisa selamat dan segera pulang ke Indonesia.
Dalam unggahannya, Ruslan juga membagikan rekaman video dari Satria. Video itu memperlihatkan kepala Satria penuh perban dengan wajah terluka. Dalam video, ia mengucapkan selamat HUT ke-80 RI serta doa agar rakyat Indonesia sejahtera.
“Dirgahayu Republik Indonesia mudah-mudahan rakyat semakin sejahtera, tercipta lapangan kerja yang banyak untuk kesejahteraan rakyat di tangan Pak Prabowo Subianto. Sekali merdeka tetap merdeka,” ujar Satria.
Satria Kumbara pernah berdinas di Korps Marinir Cilandak dengan pangkat terakhir Serda. Namun, ia dipecat melalui putusan in absentia oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 6 April 2023 karena desersi sejak 13 Juni 2022. Ia juga dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan pemecatan.
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menegaskan status WNI Satria bisa hilang jika terbukti bergabung dengan militer asing. Hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 pasal 23 huruf d dan e.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyebut bergabungnya Satria dalam militer Rusia adalah tanggung jawab pribadi. Ia menegaskan konsekuensi hukum tetap menjadi risiko Satria jika melanggar aturan Indonesia.