Beritagosip.com Iran vs AS kembali menjadi perhatian global setelah ketegangan kedua negara mendekati konflik terbuka. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan meluncurkan serangan ke Iran jika kesepakatan terkait program nuklir gagal tercapai.
Amerika Serikat telah mengerahkan sekitar 10 kapal perang di perairan Timur Tengah. Langkah ini menandai peningkatan kesiagaan militer AS di kawasan strategis tersebut. Menteri Pertahanan Peter Hegseth juga menyampaikan kesiapan tempur jika mendapat persetujuan langsung dari Trump.
Hegseth menegaskan bahwa Iran seharusnya tidak mengejar kemampuan nuklir. Ia menyatakan Departemen Pertahanan siap memenuhi perintah presiden. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa potensi perang Iran AS berada pada fase kritis.
Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap tidak gentar terhadap ancaman tersebut. Pemerintah Iran menolak bernegosiasi di bawah tekanan militer. Ketegangan ini memicu perbandingan terbuka terkait adu senjata Iran AS.
Berikut perbandingan kekuatan militer Iran dan Amerika Serikat berdasarkan data Global Fire Power per Januari 2026.
Amerika Serikat
Menurut Global Fire Power, Amerika Serikat masih menempati peringkat pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Kekuatan militer AS ditopang jumlah personel dan persenjataan yang sangat besar.
AS diperkirakan memiliki sekitar 2,1 juta personel militer. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,3 juta merupakan personel aktif dan 799.500 personel cadangan. Angkatan Darat mencatat sekitar 1.174.890 personel, Angkatan Laut 612.124 personel, dan Angkatan Udara 708.758 personel.
Dari sisi alutsista udara, Angkatan Udara AS memiliki sekitar 13.032 pesawat. Jumlah ini mencakup 1.791 pesawat tempur dan 926 pesawat serang. Pesawat angkut tercatat sebanyak 917 unit dan pesawat latih mencapai 2.610 unit.
AS juga memiliki 611 pesawat misi khusus dan 610 pesawat tanker. Armada helikopter tercatat sekitar 5.913 unit, dengan 1.024 di antaranya merupakan helikopter serang. Kekuatan militer AS di udara menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Angkatan Darat AS didukung sekitar 4.666 unit tank dan 409.660 kendaraan militer. Selain itu, terdapat 1.521 unit artileri self-propelled, 1.878 artileri tarik, dan 1.731 artileri roket.
Di laut, Angkatan Laut AS mengoperasikan 11 kapal induk. Armada tersebut juga mencakup 83 kapal perusak, 66 kapal selam, 27 korvet, dan 4 kapal perang ranjau. Dominasi laut menjadi keunggulan utama dalam adu senjata Iran AS.
Iran
Berdasarkan Global Fire Power, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara pada Januari 2026. Kekuatan militer Iran bertumpu pada jumlah personel besar dan kemampuan pertahanan regional.
Iran diperkirakan memiliki sekitar 1,1 juta personel. Jumlah ini terdiri dari sekitar 610 ribu personel aktif, 350 ribu personel cadangan, dan 220 ribu pasukan paramiliter. Angkatan Darat Iran mencatat sekitar 350 ribu personel.
Angkatan Laut Iran memiliki sekitar 20 ribu personel, sementara Angkatan Udara sekitar 20 ribu personel. Kekuatan militer Iran lebih berfokus pada pertahanan wilayah dan kemampuan asimetris.
Dari sisi udara, Iran memiliki sekitar 551 pesawat. Jumlah ini mencakup 188 pesawat tempur dan 21 pesawat serang. Pesawat angkut tercatat sebanyak 86 unit dan pesawat latih sekitar 103 unit.
Iran juga memiliki 10 pesawat misi khusus dan 6 pesawat tanker. Armada helikopter Iran berjumlah sekitar 129 unit, dengan 13 di antaranya merupakan helikopter serang. Kekuatan udara Iran jauh lebih kecil dibandingkan kekuatan militer AS.
Angkatan Darat Iran didukung sekitar 2.675 unit tank dan 75.939 kendaraan militer. Iran juga memiliki 424 artileri self-propelled, 1.803 artileri tarik, dan 1.550 artileri roket.
Di laut, Iran tidak memiliki kapal induk maupun kapal perusak. Namun, Angkatan Laut Iran mengoperasikan 25 kapal selam, 3 korvet, 1 kapal perang ranjau, dan 21 kapal patroli. Data ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam adu senjata Iran AS di sektor maritim.