Beritagosip.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump ogah minta maaf setelah mengunggah video yang menggambarkan Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera di dalam hutan.
Video tersebut sempat muncul di akun media sosial milik Trump, Truth Social, pada Kamis (5/2). Unggahan itu kemudian dihapus setelah menuai kecaman luas dan dianggap mengandung unsur rasisme.
Trump ogah minta maaf saat ditanya awak media pada Jumat (6/2). Ia menegaskan tidak merasa melakukan kesalahan meski banyak desakan agar dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada Obama.
Trump juga menanggapi tudingan rasisme dengan menyatakan dirinya sebagai pemimpin yang paling tidak rasis. Ia mengklaim rekam jejak kepemimpinannya membuktikan pernyataan tersebut.
Menurut Trump, kontroversi posting meme Obama jadi kera tidak akan berdampak pada elektabilitas Partai Republik. Ia yakin dukungan pemilih kulit hitam tetap terjaga dalam pemilu mendatang.
Dalam keterangannya, Trump mengaku hanya melihat bagian awal video tersebut. Ia menyebut unggahan itu berkaitan dengan isu kecurangan pemilu dan menganggapnya sebagai pesan yang kuat.
Trump mengatakan bahwa keputusan penghapusan unggahan diserahkan kepada staf. Ia menyebut kemungkinan staf menilai unggahan tersebut perlu dihapus demi meredam polemik.
Video itu memicu kecaman keras, termasuk dari Senator Tim Scott. Scott menilai unggahan tersebut sebagai tindakan rasis dan mendesak agar segera dihapus dari media sosial.
Tim Scott menyampaikan keberatannya secara terbuka melalui media sosial. Ia menyebut unggahan itu sebagai salah satu konten paling rasis yang pernah muncul dari lingkaran Gedung Putih.
Keesokan harinya, Scott dilaporkan berbicara langsung dengan Trump. Seorang anggota Senat menyebut Gedung Putih bertindak cepat menghapus unggahan karena memicu gejolak internal.
Pihak Gedung Putih kemudian menyatakan unggahan tersebut dibuat oleh seorang staf secara keliru. Unggahan itu diklaim telah dihapus segera setelah menuai reaksi negatif.
Seorang penasihat Gedung Putih menyebut Trump tidak mengetahui isi video tersebut. Trump disebut kecewa terhadap staf yang dinilai lalai menyebarkan konten bermasalah.
Sumber internal menyebut Trump kerap mengunggah konten secara pribadi di Truth Social. Aktivitas tersebut sering dilakukan pada malam hingga dini hari.
Trump juga diketahui sering membagikan ulang unggahan pihak lain. Pada siang hari, ia biasanya menandai unggahan pribadinya dengan inisial “DJT”.
Sumber tersebut menyebut beberapa ajudan dekat turut memiliki akses ke akun tersebut. Nama Natalie Harp dan Dan Scavino disebut masih terlibat dalam pengelolaan media sosial Trump.